Lkd0w4E1RXeko9lO8B7b5aHwUYMeguVeq3zLAoHH

Cara Menghitung Nilai Resistansi Pada Resistor SMD

[Ngobrol Elektro] Cara Menghitung Nilai Resistansi Pada Resistor SMD kakangnurdin

Obrolan kita kali ini akan membahas mengenai cara membaca nilai resistansi untuk resistor jenis SMD. Sebelumnya kita telah belajar mengenai apa itu resistor dan bagaimana cara menghitung nilai tahanan sebuah resistor axial atau radial dari kode warna yang tertera pada resistor.

Sebelum kita mulai hitung-menghitung mengenai nilai resistansi pada sebuah resistor SMD, diantara teman-teman mungkin ada yang bertanya-tanya apa itu komponen SMD.

Baik, kita bersama-sama bahas sedikit mengenai apa itu SMD dan SMT sebagai pengenalan dan pembuka diskusi kita kali ini.

SMD (Surface Mount Device)

SMD merupakan singkatan dari Surface Mount Device. SMD atau disebut juga sebagai komponen chip adalah komponen elektronika yang dirancang khusus, yang peruntukannya dipergunakan pada proses Surface Mount Technology (SMT).

Waduh apa lagi tuh SMT ?

Baik, sebelum kita melangkah ke pemahaman SMT, kita lanjutkan terlebih dahulu mengenai pembahasan apa itu komponen SMD.

Sederhanannya seperti ini, pada saat komponen SMD dirakit pada sebuah PCB, kaki-kaki komponen SMD akan bersentuhan langsung dengan permukaan tembaga dari jalur rangkaian PCB.

Komponen SMD berukuran relatif kecil.

Berbeda dengan komponen konvensional yang biasa pada umumnya kita gunakan. Komponen konvensional biasanya memiliki kaki penghubung berupa kawat atau logam untuk menghubungkan dengan rangkaian atau dengan komponen lain menggunakan.

Perhatikan contah ilustrasi gambar berikut ini, perbedaan merakit PCB menggunakan komponen konvensional dengan komponen SMD.

Pcb dengan komponen konvensional dan komponen smd kakangnurdin

Pada gambar diatas jelas sekali perbedaannya. Pada gambar sebelah kiri menggunakan komponen-komponen yang berukuran lebih besar, sedangkan pada gambar sebelah kanan komponen-komponen yang digunakan berukuran sangat kecil.

Bagaimana, apakah sampai sini teman-teman sudah memiliki gambaran mengenai apa itu komponen SMD ?

Mudah-mudahan sudah ya.

Baik, kita lanjutkan.

Nah tadi diawal kita sempat menyinggung mengenai SMT. Apa yang dimaksud dengan SMT itu ?

SMT (Surface Mount Technology)

SMT merupakan singkatan dari Surface Mount Technology.

Sudah cukup jelas ya dari segi penamaannya saja. SMT berbicara mengenai metode dan teknologi dalam memproduksi sirkuit elektronik, sedangkan SMD (Surface Mount Device) berbicara mengenai device-nya.

SMT adalah suatu metode pemasangan komponen SMD pada sirkuit elektronik. SMT menggunakan teknologi canggih dalam proses pembuatannya.

Seperti yang sudah kita lihat bersama pada gambar kedua diatas mengenai sirkuit elektronik atau PCB yang dirakit menggunakan komponen SMD.

Lantas apa saja komponen SMD itu ?

Komponen-komponen SMD

Lantas, apa saja komponen-komponen SMD itu ?

  • SMD Kapasitor
  • SMD Induktor
  • SMD Dioda
  • SMD Transistor 
  • SMD IC

Nah, karena sekarang kita sudah semakin mengenal mengenai apa itu SMD selanjutnya kita akan berdiskusi bersama mengenai resistor SMD.

SMD Resistor

SMD resistor tidak memiliki kode warna seperti resistor axial /radial , tidak memiliki pita warna. Untuk mengetahui nilai resistansi pada komponen SMD resistor sebetulnya lebih mudah jika dibandingkan dengan resistor jenis axial / radial yaitu dengan melihat angka yang tertera pada permukaan atas komponen tersebut.

SMD resistor memiliki konstruksi subtrat keramik yang terdapat film oksidasi logam.

Ukuran ketebalan dan panjang Oksidasi logam tersebut mempengaruhi nilai resistansi SMD resistor ini.

SMD resistor berbentuk segi empat kecil, dimana pada ujung-ujungnya terdapat metalized yang digunakan sebagai area untuk dihubungkan dengan rangkaian pada PCB dengan cara disolder.

Simbol dari Resistor SMD

Berikut ini merupakan bentuk simbol dari resistor jenis SMD.

simbol fixed resistor jenis SMD

Cara Membaca Komponen SMD Resistor

gambar ilustrasi resistor smd kakangnurdin

Pembacaan pada komponen resistor SMD diklasifikasikan menjadi 3 kategori diantaranya :

  1. Sistem tiga digit
  2. Sistem empat digit
  3. Sistem EIA-96

1. Sistem tiga Digit

Susunan pada sistem 3 digit yaitu :

 

Angka pertama | Angka kedua | Faktor pengali (Multiplexer)


Contoh :

Angka yang tertera pada resistor 101 artinya --> 10 Ω x 101 = 100 Ω

Angka yang tertera pada resistor 203 artinya --> 20 Ω x 103 = 20 K Ω

Angka yang tertera pada resistor 4R7 artinya --> 4,7 Ω

2. Sistem empat Digit

SIstem 4 digit tidak berbeda jauh dengan sistem 3 digit. Hanya saja pada 4 digit ini memiliki 3 jumlah angka di depan faktor pengalinya.

 

Angka pertama | Angka kedua | Angka ketiga | Faktor pengali (Multiplexer)

 

Contoh :

Angka yang tertera pada resistor 1002 artinya --> 100 Ω x 102 = 10.000 Ω

Angka yang tertera pada resistor 3201 artinya --> 320 Ω x 101 = 3.200 Ω

Angka yang tertera pada resistor 2700 artinya --> 270 Ω x 100 = 270 Ω

3. Sistem EIA-96

Cara membaca Sistem pengkodean EIA-96 dengan nilai toleransi 1% yaitu Dua digit angka pertama menunjukkan nilai resistansi dan huruf terakhir menunjukkan faktor pengali.

Tabel Nilai Resistansi :

Kode Nilai Kode Nilai Kode Nilai
01 100Ω 33 215Ω 65 464Ω
02 102Ω 34 221Ω 66 475Ω
03 105Ω 35 226Ω 67 487Ω
04 107Ω 36 232Ω 68 499Ω
05 110Ω 37 237Ω 69 511Ω
06 113Ω 38 243Ω 70 523Ω
07 115Ω 39 249Ω 71 536Ω
8 118Ω 40 255Ω 72 549Ω
9 121Ω 41 261Ω 73 562Ω
10 124Ω 42 267Ω 74 576Ω
11 127Ω 43 274Ω 75 590Ω
12 130Ω 44 280Ω 76 604Ω
13 133Ω 45 287Ω 77 619Ω
14 137Ω 46 294Ω 78 634Ω
15 140Ω 47 301Ω 79 649Ω
16 143Ω 48 309Ω 80 665Ω
17 147Ω 49 316Ω 81 681Ω
18 150Ω 50 324Ω 82 698Ω
19 154Ω 51 332Ω 83 715Ω
20 158Ω 52 340Ω 84 732Ω
21 162Ω 53 348Ω 85 750Ω
22 165Ω 54 357Ω 86 768Ω
23 169Ω 55 365Ω 87 787Ω
24 174Ω 56 374Ω 88 806Ω
25 178Ω 57 383Ω 89 825Ω
26 182Ω 58 392Ω 90 845Ω
27 187Ω 59 402Ω 91 866Ω
28 191Ω 60 412Ω 92 887Ω
29 196Ω 61 422Ω 93 909Ω
30 200Ω 62 432Ω 94 931Ω
31 205Ω 53 442Ω 95 953Ω
32 210Ω 64 453Ω 96 976Ω

Tabel Kode Faktor Pengali EIA-96

Kode Faktor Pengali Kode Faktor Pengali
Z 0.001 C 100
Y/R 0.01 D 10.00
X/S 0.1 E 10.000
A 1 F 100.000
B/H 10

Contoh :

Angka yang tertera pada resistor 09A artinya --> 121 Ω x 1 = 121 Ω ± 1%

Angka yang tertera pada resistor 78C artinya --> 634 Ω x 100 = 63.400 Ω ± 1%

Angka yang tertera pada resistor 40Y artinya --> 255 Ω x 0,01 = 2,55 Ω ± 1%

Dengan mengetahui nilai resistansi dari cara membaca kode angka yang tertera pada resistor chip maka kita sudah dapat membuat rangkaian seri dan rangkaian pararelnya kemudia dapat menghitung nilai tahanan total hambatan.  

Sumber :
http://myelectronicnote.blogspot.com/2018/04/surface-mount-device-smd.html
http://myelectronicnote.blogspot.com/p/smd-resistor.html 
https://digiwarestore.com/id/digiware-news/33_cara-mudah-baca-komponen-smd


Artikel Terbaru