Resistor [Pengertian, Fungsi, Jenis, Bentuk dan Simbol Resistor]

Posting Komentar

Pemahaman Resistor

Pengertian Resistor

Resistor adalah salah satu komponen elektronika yang termasuk kedalam komponen elektronika pasif yang bersifat resisitif, dimana komponen resistor ini memiliki nilai resistansi atau hambatan tertentu yang berfungsi untuk menghambat atau membatasi aliran arus listrik yang mengalir pada suatu rangkaian elektronika.

Komponen resistor ini merupakan salah satu komponen yang paling sering kita temukan pada suatu rangkaian elektronika, bahkan hampir disetiap peralatan elektronika.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), resisitor adalah alat untuk menimbulkan resistans atau tahanan listrik.

Tidak heran memang jika resistor ini sering disebut dengan tahanan atau hambatan.

Satuan nilai resistansi suatu resistor disebut dengan Ohm dan dilambangkan dengan simbol omega (Ω).

Satuan "Ohm" diambil dari nama penemunya yaitu Georg Simons Ohm. Beliau adalah seorang ahli fisikawan dari Jerman yang lahir pada tahun 1787, dimasa hidupnya Georg Simons Ohm banyak mengemukakan teori dibidang elektrisitas.

Fungsi Resistor  

Fungsi resistor yaitu :

  1. untuk pembatas dan pengatur arus listrik
  2. untuk pembagi dan penurun tegangan listrik

Jenis-Jenis Resistor

Jenis resistor diklasifikasikan menjadi beberapa jenis yaitu Resistor tetap (Fixed resistor), Resistor tidak tetap (variable resistor), thermistor (thermal resistor) dan LDR (Light Dependent Resistor).

1. Resistor tetap (Fixed resistor)

Fixed resistor, dari namanya saja sudah cukup memberikan kita pemahaman bahwa fixed resistor adalah salah satu jenis resistor yang memiliki nilai resistansi yang tetap atau sudah ditentukan dan tidak dapat dirubah.

Nilai resistansi atau hambatan resistor ini biasanya dapat kita ketahui dari kede warna ataupun kode angka yang tertera pada badan resistor tersebut. 

Berikut adalah simbol dan bentuk dari jenis fixed resistor.

simbol fixed resistor, carbon composition resistor, metal film resistor, carbon film resistor kakangnurdin

Carbon Composition Resistor

Resistor komposisi karbon terbuat dari bahan campuran antara karbon halus dan bahan isolasi bubuk dengan takaran tertentu agar menghasilkan nilai resistansi yang diinginkan.

Jika ingin mendapatkan nilai resistansi yang rendah maka perbandingan jumlah karbon yang ditambahkan harus lebih sedikit.

Metal FIlm Resistor 

Resistor film logam adalah jenis resistor yang bahan utamanya berupa subtrat keramik, dimana pada bagian terluar dari subtrat keramik ini dilapisi dengan film logam yang sangat tipis dan dipotong berbentuk spiral.

Nilai resistansi atau hambatannya sangat dipengaruhi oleh spiral logam, dilihat dari seberapa panjang, lebar dan tebal kah spiral logam tersebut.

Carbon Film Resistor

Resistor jenis karbon film ini berbahan utama film karbon, dimana prosesnya yaitu film tipis karbon yang diendapkan subtrat isolator yang dipotong berbentuk spiral.

Nilai resistansinya sangat bergantung pada perbandingan dari jumlah karbon dan isolator. Semakin kecil nilai resistansinya maka semakin sedikit perbandingan jumlah karbon yang ditambahkan.

Kelebihan dari carbon film resistor ini adalah dapat memproduksi resistor dengan nilai toleransi yang lebih rendah dan memiliki nilai sensitifitas suhu yang rendah jika dibandingkan dengan carbon composition resistor.

2. Variable Resistor 

Variable resistor adalah kebalikan dari fixed resistor, dimana nilai resistansinya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.

Bentuk dan simbol variable resistor sebagai berikut :

Simbol rheostat, simbol potensiometer, bentuk rheostat, bentuk trimpot, bentuk potensiometer kakangnurdin

Rheostat

Rheostat merupakan salah satu jenis resistor yang nilai resistansinya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.

Rheostat berasal dari bahasa Yunani yaitu "rheos" dan "statis" yang memiliki arti perangkat pengendali arus listrik (current) terutama arus listrik tinggi.

Cara merubah nilai resistansi pada rheostat ini yaitu dengan cara menggeserkan slider dari ujung yang satu ke ujung yang lainnya. Maka nilai resistansi akan berubah dari 0 ke nilai maksimal.

Trimpot (Preset Resistor)

Trimpot (Trimmer Potensiometer) adalah salah satu jenis resistor variable yang fungsinya sama dengan potensiometer hanya saja tidak memiliki tuas seperti potensiometer, sehingga untuk mengatur nilai resistansinya membutuhkan obeng kecil untuk memutar porosnya.

Ukuran trimpot lebih kecil dari pada potensiometer. 

Potensiometer

Potensiometer merupakan jenis variable resistor yang nilai resistansinya dapat dirubah-rubah dengan cara memutar poros tuas potensiometer dari arah kiri ke kanan atau sebaliknya. Potensiometer memiliki 3 pin kaki yang dapat dihubungkan pada rangkaian.

3. Thermistor (Thermal Resistor)

Thermistor adalah salah satu jenis resistor yang nilai resistansinya dapat  berubah-rubah karena dipengaruhi oleh suhu (Temperature) disekitarnya.

Terdapat dua tipe Thermistor yang ada dipasaran yaitu Thermistor NTC atau Negative Temperature Coefficient dan Thermistor PTC atau Positive Temperature Coefficient. 

Bentuk dan simbol thermistor :

simbol NTC, simbol PTC, bentuk NTC, bentuk PTC kakangnurdin

4. LDR (Light Dependent Resistor)

LDR  adalah salah satu jenis resistor yang nilai resistansinya dapat berubah karena dipengaruhi oleh intensitas cahaya yang diterimanya.

Bentuk dan simbol LDR : 

simbol ldr, bentuk ldr kakangnurdin

KANGNURDIN
Pernah bersekolah di Jurusan Teknik Elektro. Pernah menjadi seorang Teknisi Perencanaan dan Penjadwalan Laboratorium Kalibrasi di salah satu Perusahaan BUMN. Saat ini, sedang menyukai belajar apapun dan menuliskannya di kakangnurdin.com. Mudah-mudahan ilmu yang sedikit ini dapat bermanfaat untuk saya pribadi dan orang-orang. Dah, Gitu aja !

Related Posts

Posting Komentar