Resistor [Pengertian, Fungsi, Jenis, Bentuk dan Simbol]

simbol resistor, lambang resistor, jenis-jenis resistor, contoh resistor, warna resistor, satuan resistor, bagaimana bentuk resistor, apa fungsi dan kegunaan resistor

Teringat tempo dulu, saat duduk dibangku sekolah. Belajar mengenai komponen pasif elektronika. Komponen resistor namanya. Saat itu, guru menjelaskan lengkap mengenai apa itu resistor. Saat pembelajaran, dengan sabarnya seorang guru menjelaskan mengenai pengertian resistor, simbol resistor, lambang resistor, jenis-jenis resistor, contoh resistor, warna resistor, satuan resistor, bagaimana bentuk resistor, apa fungsi dan kegunaan resistor dan masih banyak lagi.

Untuk itu, dikesempatan kali ini saya akan mencoba merangkum materi mengenai komponen resistor tersebut. Mudah-mudahan penjelasan singkat dan sederhana ini mampu menjawab atas pertanyaan-pertanyaan yang sering dilontarkan teman-teman mengenai :

  • Pengertian resistor ?
  • Apa fungsi dari resistor ?
  • Apa simbol resistor ?
  • Bagaimana cara kerja resistor ?
  • Apa pengertian dari resistor ?
  • Apa saja kode warna resistor ?

Berikut sajian informasinya.

Pengertian Resistor

Kita mulai dari pengertian komponen resistor itu sendiri. Pengertian resistor adalah salah satu komponen elektronika yang termasuk kedalam golongan komponen elektronika pasif, dimana resistor ini memiliki fungsi utama di dalam rangkaian listrik yaitu berperan sebagai penghambat atau membatasi aliran arus listrik yang mengalir pada suatu rangkaian elektronika.

Sifat dari komponen resistor ini adalah resistif sehingga memiliki nilai resistansi atau nilai hambatan.

Ketika resistor dihubungkan dengan rumus hukum ohm yaitu V = I x R, maka resistor dapat difungsikan sebagai rangkaian pembagi tegangan dan pembatas arus.  

Lambang Resistor

Apa dan bagaimana lambang resistor itu ?

Bagi kita yang sering bersentuhan dengan bidang elektro baik itu dibidang akademisi ataupun sebagai praktisi seperti seorang engineer yang bertugas di lapangan, dimana sering melakukan aktivitas seperti membaca gambar teknis rangkaian listrik atau pun rangkaian elektronika maka sudah dapat dipastikan mengenal lambang resistor.

Dengan mengenal Lambang resistor akan memudahkan kita saat membaca gambar/wiring. Hal itu dimaksudkan untuk memudahkan dalam mengidentifikasi saat menyelesaikan permasalahan ketika ada kendala atau troubleshooting.

Lambang resistor yaitu "R", yang diambil dari huruf pertama kata "resistor". Sama halnya dengan komponen Induktor yang dilambangkan dengan huruf "I" dan kapasitor yang dilambangkan dengan huruf "C", masing-masing diambil dari huruf pertamanya.

Satuan Resistor

Resistor memiliki nilai resistansi atau nilai tahanan dengan satuannya adalah "Ohm". Satuan "Ohm" diambil dari nama penemunya yaitu Georg Simons Ohm. Beliau adalah seorang ahli fisikawan yang berasal dari Jerman. Dilahirkan pada tahun 1787. Semasa hidupnya Georg Simons Ohm banyak mengemukakan teori-teori dibidang elektrisitas.

Nilai resistansi atau nilai tahanan dari suatu resistor dapat diukur dengan menggunakan alat ukur Multitester atau AVO Meter.

Simbol Satuan Resistor

Satuan dari resistor adalah "ohm" yang dilambangkan dengan simbol omega (Ω).

Fungsi Utama Resistor

Fungsi dari resistor dan kegunaan dari komponen resistor ini pada suatu rangkaian adalah untuk :

1. Resistor Berfungsi Sebagai Pembagi Arus 

Fungsi resistor yang pertama ini adalah sebagai pembagi arus. Ketika sebuah rangkaian listrik memiliki titik percabangan, dimana setiap percabangannya tersebut masing-masing terdapat resistor, maka arus yang mengalir pada jalur utama akan terbagi ke masing-masing percabangan yang memiliki besarnya arus tergantung dari nilai resistansi masing-masing pada sebuah resistor.

2. Resistor Berfungsi Sebagai Pembatas Arus

Fungsi resistor yang kedua adalah sebagai pembatas arus. Ketika sebuah resistor dipasang secara seri didalam suatu rangkaian maka arus yang mengalir akan berkurang atau menurun. Hal ini terjadi karena arus yang mengalir dibatasi oleh komponen resisitor yang memiliki nilai hambatan. Sehingga ketika diukur menggunakan multimeter secara seri maka nilai arusnya akan berkurang menjadi I = V / R. 

3. Resistor Berfungsi Sebagai Pembagi atau Penurun tegangan

Fungsi resistor yang berikutnya adalah sebagai pembagi atau penurun tegangan pada suatu rangkaian. Resistor mampu berfungsi membagi dan menurunkan tegangan ini dengan teknik rangkaian pembagi tegangan, atau ingin lebih mudah lagi teman-teman dapat menggunakan komponen potensiometer. Potensiometer ini memiliki 3 kaki, yang terdiri dari tegangan input, GND (grounding) dan tegangan output pada kaki tengahnya.

Jenis-jenis Resistor

Jenis resistor diklasifikasikan menjadi 4 jenis diantaranya yaitu :

  1. Resistor yang nilai resistansinya tetap disebut fixed resistor (Resistor tetap).
  2. Resistor yang nilai resistansinya dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhannya disebut resistor tidak tetap (variable resistor).
  3. Resistor yang nilai resistansinya dapat berubah seperti resistor variabel, perubahannya dipengaruhi oleh intensitas cahaya disebut light dependent resistor (LDR).
  4. Resistor yang nilai resistansinya dapat berubah seperti resistor variabel, nilainya dipengaruhi oleh perubahan suhu disebut thermal resistor
Komponen elektronika resistor tersebut memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda-beda. Kita kupas satu-persatu ke empat jenis resistor tersebut.

1. Resistor Nilainya Tetap (Fixed Resistor)

Fixed resistor, dari penamaanya saja sudah cukup memberikan kita pemahaman bahwa fixed resistor atau biasa disebut dengan resistor tetap adalah salah satu jenis komponen resistor yang memiliki nilai resistansi atau nilai hambatan yang tidak dapat dirubah alias sudah ditentukan oleh pabrikan ketika resistor tersebut diproduksi.

Fungsi resistor jenis ini sama seperti fungsi resistor pada umumnya yaitu sebagai pembatas arus, pembagi arus, penurun dan pembagi tegangan

Jenis Resistor Tetap

Resistor tetap dibagi menjadi 2 jenis yaitu resistor yang memiliki kode warna dan resistor yang memiliki kode angka.

  1. Resistor kode warna yaitu resistor yang nilai resistansinya ditandai dengan kode warna resistor. Setiap warna gelang resistor tersebut memilki kode nilainya masing-masing. Kita dapat melihat kodenya pada standar tabel warna resistor sehingga nantinya nilai resistansi pada komponen resistor dapat diketahui.
  2. Resistor kode angka yaitu resistor yang nilai resistansinya ditandai dengan kode angka yang tertera pada resistor tersebut. Resistor dengan kode angka ini terdapat pada resistor jenis SMD (Surface Mounted Device).

Berikut ini adalah gambar komponen resistor jenis kode warna dan gambar komponen resistor dengan kode angka.

Resistor Pengertian, Fungsi, Jenis, Bentuk dan Simbol Resistor

Satuan Resistor Tetap

Satuan untuk resistor tetap sama dengan resistor pada umumnya yaitu ohm (Ω).

Simbol Resistor Tetap

Berikut ini adalah gambar simbol resistor tetap yang sering digunakan oleh para engineer dalam membuat rangkaian listrik atau elektronik.

Resistor Pengertian, Fungsi, Jenis, Bentuk dan Simbol Resistor

Simbol resistor dengan jenis resistor fix ini paling sering kita temukan pada rangkaian-rangkaian.

Gelang Warna Resistor

Cara membaca nilai resistansi resistor pada gelang warna resistor itu tidak sembarangan, ada aturan mainnya. Kita mesti melihat tabel kode warna resistor kemudian kita mesti dapat membaca warna resistor lalu menghitungnya besaran nilai resistansinya.

Saya sudah membuat artikel terpisah untuk kode warna resistor dan nilainya. Agar lebih mudah dipahami saya buat dalam bentuk tabel warna resistor. Dari tabel resistor tersebut nanti teman-teman cocokan dengan warna resistor yang kalian punya.

Berdasarkan pembacaan tabel kode warna resistor ini dibedakan menjadi 3 jenis yaitu :

  1. Kode warna pada resistor dengan 4 gelang
  2. Kode warna pada resistor dengan 5 gelang
Jika teman-teman tertarik untuk membaca artikel mengenai cara membaca warna resistor berdasarkan tabel kode warna resistor untuk 4 gelang, 5 gelang dan 6 gelang saya sudah membuat artikel khusus terkait cara menghitung resistor berdasarkan kode warna resistor yang tertera di bagian badan resistor tersebut. 

Komposisi Bahan untuk Jenis Resistor Nilainya tetap (Fixed Resistor)

Resistor jenis kode warna ini merupakan komponen elektronika resistor yang paling banyak ditemukan dipasaran dan paling banyak digunakan. Kemudahan dalam membaca kode warna pada resistor membuat resistor berjenis kode warna ini banyak ditemuka di toko elektronik.

Resistor Pengertian, Fungsi, Jenis, Bentuk dan Simbol Resistor

Carbon Composition Resistor

Resistor komposisi karbon terbuat dari bahan campuran antara karbon halus dan bahan isolasi bubuk dengan takaran tertentu agar menghasilkan nilai resistansi yang diinginkan.

Jumlah bahan karbon yang digunakan berbanding terbalik dengan nilai resistansi. Semakin banyak bahan karbon yang digunakan pada percampuran bahan isolasi bubuk dan karbon halus maka akan menghasilkan nilai resistansi yang semakin rendah, begitu pun sebaliknya. 

Metal Film Resistor 

Resistor film logam adalah jenis resistor yang bahan utamanya berupa subtrat keramik, dimana pada bagian terluar dari subtrat keramik ini dilapisi dengan film logam yang sangat tipis dan dipotong berbentuk spiral.

Nilai resistansi atau hambatannya sangat dipengaruhi oleh ukuran dari spiral logam, dilihat dari seberapa panjang, seberapa lebar dan seberapa tebal kah spiral logam tersebut.

Carbon Film Resistor

Resistor jenis carbon film ini berbahan utama film karbon, dimana film karbon tersebut terbuat dari bahan film tipis yang dicampur dengan bahan karbon.

Proses pembuatan untuk film karbon ini yaitu bahan campuran film tipis dengan karbon diendapkan oleh subtrat isolator kemudian dipotong hingga berbentuk spiral.

Nilai resistansinya sangat bergantung pada perbandingan dari jumlah karbon dan isolator yang digunakan. Pada percampurannya, penggunaan jumlah karbon berbanding terbalik dengan isolator, semakin besar jumlah film karbon yang digunakan maka akan semakin rendah nilai resistansinya.   

Kelebihan dari carbon film resistor ini yaitu :

  • memiliki nilai toleransi dan stabilitas yang cukup baik
  • rendahnya kepekaan terhadap suhu
  • sedikit noise

Resistor Kode Angka

Resistor [Pengertian, Fungsi, Jenis, Bentuk dan Simbol]

Secara fungsi resistor, resistor kode angka ini memiliki fungsi yang sama dengan fungsi resistor tetap pada resistor kode warna. Cara mengetahui berapa nilai resistansi resistor pada kode angka ini yaitu dengan cara melihat kode angka yang tertera pada permukaan atas resistornya.

Simbol resistor jenis ini sama dengan simbol resistor fix pada gambar diatas.

Jika teman-teman tertarik untuk memahami lebih lanjut mengenai cara membaca nilai resistansi pada resistor kode angka ini, saya sudah menyiapkan artikel terpisah dengan bahsa yang ringan dan tidak terlalu teknik agar lebih mudah dipahami.

Implementasi Resistor Tetap

Sering kita temui bahwa disetiap rangkaian listrik atau rangkaian elektronika baik itu dalam wiring gambar maupun dalam bentul modul card PCB bahwa rangkaian resistor ini sering kita jumpai baik itu di pasang secara seri maupun digunakan secara paralel.

Penggunaanya pada suatu rangkaian dapat dipasang seri maupun paralel resistor sesuai dengan kebutuhan dan peruntukan rangkaian tersebut. Saya penasaran, apa bedanya jika resistor dipasang seri dan resistor dipasang paralel. Jika teman-teman tertarik dan penasaran dengan hal itu, saya sudah menyiapkan artikelnya mengenai Pembuktian Rumus Rangkaian Seri dan Paralel.

2. Resistor Variabel

Resistor variabel adalah komponen elektronika resistor yang memiliki nilai resistan, dimana nilai resistansinya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan dan peruntukannya pada suatu rangkaian. Cara merubah nilai resistansinya ada yang diputar dan ada yang digeser, dan lainnya

Fungsi Variable Resistor

Secara fungsi resistor, fungsi resistor variabel ini sama dengan fungsi resistor lain pada umumnya. Tetapi pada resistor variabel ini paling sering difungsikan sebagai pembagi tegangan dan juga fungsi variabel resistor ini biasanya digunakan pada fungsi bagian yang membutuhkan perubahan nilai resistansi.  

Satuan Resistor Berjenis Variable Resistor

Satuan variable resistor yaitu ohm (Ω).

Bentuk dan simbol resistor variabel sebagai berikut :

Berikut ini adalah bentuk simbol resistor jenis resistor variabel dan gambar komponen resistor variabel. 

simbol resistor variabel

Simbol resistor variabel untuk jenis resistor variabel ini hampir sama dengan simbol resistor pada jenis fix resistor, perbedaannya simbol resistor variabel hanya pada tanda panah saja lihat gambar diatas.

Jenis Resistor Variabel

Rheostat

Rheostat merupakan salah satu jenis resistor variabel yang nilai resistansinya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.

Rheostat berasal dari bahasa Yunani yaitu "rheos" dan "statis" yang memiliki arti perangkat pengendali arus listrik (current) terutama arus listrik tinggi.

Cara merubah nilai resistansi pada rheostat ini yaitu dengan cara menggeserkan slider dari ujung yang satu ke ujung yang lainnya. Maka nilai resistansi akan berubah dari 0 ke nilai maksimal.

Secara fungsi, resistor variabel jenis rheostat ini memiliki fungsi resistor yang sama dengan fungsi resistor variabel lainnya.

Simbol resistor variabel jenis ini dapat dilihat pada gambar diatas.

Trimpot (Preset Resistor)

Trimpot (Trimmer Potensiometer) adalah salah satu jenis resistor variabel yang fungsinya sama dengan potensiometer hanya saja tidak memiliki tuas seperti potensiometer, sehingga untuk mengatur nilai resistansinya membutuhkan obeng kecil untuk memutar porosnya.

Ukuran trimpot lebih kecil dari pada potensiometer.

Secara fungsi, resistor variabel jenis trimpot ini memiliki fungsi resistor yang sama dengan fungsi resistor variabel lainnya.

Simbol resistor variabel jenis ini dapat dilihat pada gambar diatas.

Potensiometer

Potensiometer merupakan jenis resistor variabel yang nilai resistansinya dapat dirubah-rubah dengan cara memutar poros tuas potensiometer dari arah kiri ke kanan atau sebaliknya. Potensiometer memiliki 3 pin kaki input dan output yang dapat dihubungkan pada rangkaian.

Secara fungsi, resistor variabel jenis potensiometer ini memiliki fungsi resistor yang sama dengan fungsi resistor variabel lainnya.

Jika teman-teman tertarik untuk belajar lebih lanjut mengenai potensiometer saya sudah menyiapkannya pada artikel terpisah dengan penggunaan bahasa yang lebih ringan dan tidak terlalu teknik agar lebih mudah dipahami.

Simbol resistor variabel jenis ini dapat dilihat pada gambar diatas.

3. Thermistor (Thermal Resistor)

Thermistor adalah salah satu jenis resistor yang nilai resistansinya dapat  berubah-rubah karena dipengaruhi oleh suhu (Temperature) disekitarnya.

Karena nilai resistansi pada thermistor ini dapat berubah sesuai dengan perubahan suhu sekitar, maka fungsi dari resistor jenis thermistor ini hampir mirip dengan fungsi variabel resistor, yang membedakan adalah perlakukan terhadap perubahan nilai resistansinya.

Terdapat dua tipe Thermistor yang ada dipasaran yaitu Thermistor NTC atau Negative Temperature Coefficient dan Thermistor PTC atau Positive Temperature Coefficient.

Karakteristik NTC dan PT :

  • NTC. Semakin tinggi suhu sekitar maka nilai resistansinya semakin kecil
  • PTC. Semakin tinggi suhu sekitar maka nilai resistansinya semakin besar

Satuan Resistor Berjenis Thermistor

Satuan thermistor yaitu ohm (Ω).

Bentuk dan simbol thermistor

Berikut ini adalah bentuk dari simbol resistor untuk jenis resistor thermistor NTC PTC dan gambar komponen resistor jenis thermistor. 

simbol NTC, simbol PTC, bentuk NTC, bentuk PTC kakangnurdin

Simbol resistor untuk jenis resistor ini memiliki tanda polaritas negatif dan positif, lihat gambar simbol resistor diatas. 

Implementasi Thermistor NTC dan PTC

Karena komponen NTC dan PTC ini memiliki fungsi utama di dalam rangkaian listrik adalah untuk membatasi arus maka perubahan suhu akan mempengaruhi nilai resistansi yang ujungnya akan mengaktifkan kerja alat tertentu pada sebuah rangkaian.

Biasanya implementasi dari resistor jenis NTC dan PTC ini digunakan sebagai rangkaian alarm kebakaran didalam suatu ruangan. Jika didalam suatu ruangan menggunakan thermistor NTC, kemudian terjadi kenaikan suhu ruangan melebihi dari batas normalnya maka thermistor NTC ini akan menangkap sinyal perubahan suhu itu dan nilai resistansi pada thermistor NTC akan turun yang kemudain aliran arus listrik mengalir pada suatu rangkaian untuk meng-aktifkan alarm.

Jika teman-teman tertarik ingin memahami lebih dalam mengenai materi komponen thermistor NTC dan PTC ini, saya sudah menyiapkan artikel yang lebih detail dengan penggunaan bahasa yang tidak terlalu teknik dan mudah dipahami.

Saya buatkan juga simulasinya menggunakan software proteus agar lebih terbayang bagaimana karakteristik dari thermistor NTC dan PTC ini.

Atau barangkali tertarik juga dengan video yang saya buat mengenai simulasi sederhana thermistor NTC dan PTC ini, jika tertarik simak video lengkapnya !



4. LDR (Light Dependent Resistor)

LDR  adalah salah satu jenis resistor yang nilai resistansinya dapat berubah karena dipengaruhi oleh intensitas cahaya yang diterima oleh LDR.

Karena nilai resistansi pada LDR ini dapat berubah sesuai dengan perubahan intensitas cahaya, maka fungsi dari resistor jenis LDR ini hampir mirip dengan fungsi variabel resistor, yang membedakan adalah perlakukan terhadap perubahan nilai resistansinya.

Satuan Resistor Berjenis LDR

Satuan LDR yaitu ohm (Ω).

Bentuk dan simbol LDR 

Berikut ini adalah bentuk dari simbol resistor jenis LDR dan gambar komponen resistor LDR. 

Resistor Pengertian, Fungsi, Jenis, Bentuk dan Simbol Resistor

Simbol resistor untuk jenis LDR ini hampir sama dengan simbol resistor yang lainnya, perbedaannya hanya pada tanda panah diatas.

Implementasi Komponen LDR

Untuk memudahkan pemahaman kita mengenai karakteristik LDR ini, cermati ilustrasi mengenai rangkaian lampu yang ditambah dengan komponen LDR.

Ketika intensitas cahaya pada ruangan dalam keadaan gelap atau cahaya sekitar gelap, LDR akan menangkap sinyal perubahan cahaya itu, sehingga berakibat pada nilai resistansi LDR yang sangat rendah. Ketika kondisi itu terjadi maka akan memudahkan aliran arus listrik mengalir pada suatu rangkaian sehingga berakibat lampu akan menyala.

Sebaliknya, ketika intensitas cahaya sekitar dalam keadaan terang, LDR akan menangkap sinyal perubahan cahaya tersebut sehingga mengakibatkan nilai resistansi pada LDR akan sangat tinggi. Ketika kondisi tersebut terjadi maka terjadi hambatan terhadap arus listrik yang menyulitkan untuk mengalir didalam suatu rangkaian sehingga berakibat lampu tidak menyala.

Jika teman-teman tertarik ingin mempelajari lebih detail lagi mengenai komponen elektronika resistor jenis LDR ini, saya sudah menyiapkan artikel yang mudah untuk dipahami dengan penggunaan bahasa yang ringan dan tidak terlalu teknik dengan judul Sensor Light Dependent Resistor (LDR).

Fungsi Resistor pada Rangkaian

Fungsi resistor ini dapat di implementasikan diberbagai macam rangkaian elektronik seperti misalnya pada rangkaian penguat penyangga (buffer). Kemudian implementasi pada lampu LED.

Pada saat pengimplentasian harus diperhitungkan betul besarnya nilai tegangan yang akan diberikan pada sebuah resistor karena dikhawatirkan komponen resistor ini akan terbakar jika salah peruntukannya.

Kang Nurdin
Kang Nurdin
Dari pengalaman yang sudah-sudah, belajar itu membutuhkan waktu dan konsistensi. Perjalanan panjang dalam kehidupan ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran itu. Jadi, teruslah bersabar dalam mengarunginya.

Related Posts