Pembuktian Hukum Ohm Menggunakan NI Multisim

Pembuktian Hukum Ohm Menggunakan NI Multisim

Obrolan ringan kita kali ini akan membahas mengenai apa itu hukum ohm. Dan nanti, untuk lebih memperkuat pemahaman kita mengenai pernyataan hukum ohm ini kita akan melakukan percobaan hukum ohm dengan membuat rangkaian hukum ohm sederhana menggunakan software simulasi rangkaian listrik yaitu Multisim.

Kita akan menggunakan komponen resistor pada rangkaian tersebut. Kita lihat nanti apa hubungannya antara komponen resistor dan hukum ohm.

Dengan melakukan percobaan hukum ohm ini, kita akan lebih memahami lagi mengenai bagaimana penerapan hukum ohm, mulai dari pengertian hukum ohm sampai dengan implementasi rumus hukum ohm itu sendiri.

Pengertian Hukum Ohm

Hukum ohm adalah teori yang membahas mengenai hubungan antara aliran arus listrik, tegangan dan hambatan. Dimana hambatan resistor ini memiliki nilai resistansi didalam suatu rangkaian listrik.

Jika kita hubungkan antara "ohm" dengan resistansi pada sebuah resistor, ohm adalah satuan Standar Internasional (SI) yang digunakan untuk besaran hambatan listrik atau impedansi listrik sebuah komponen resistor.

Jadi satuan untuk nilai tahanan pada sebuah komponen resistor dinyatakan dengan ohm. Penemu dari satuan ohm ini yaitu Georg Ohm.

Bunyi Hukum Ohm

Selanjutnya kita akan mendengarkan bagaimana pernyataan dari hukum ohm ini.

Hukum ohm berbunyi :

"tegangan berbanding lurus dengan arus." 

Jika kita tulis secara matematis dari pernyataan hukum ohm tersebut maka persamaan hukum ohm ini menjadi sebagai berikut :

V = I . R

Dimana,

  • V adalah tegangan listrik. Volt adalah satuan tegangan listrik.
  • I adalah arus listrik. Ampere adalah satuan arus listrik.
  • R adalah hambatan atau resistansi. Ohm adalah satuan hambatan atau resistansi.

Dari rumus hukum ohm tersebut kita jadi mengetahui bahwa menurut hukum ohm besar hambatan rangkaian adalah pembagian antara nilai tegangan listrik (Volt) yang diberikan dengan besarnya arus listrik yang mengalir (Ampere) didalam suatu rangkaian.

Rangkaian Hukum Ohm

Selanjutnya kita akan merancang sebuah rangkaian sederhana untuk membuktikan pernyataan dari bunyi hukum ohm itu sendiri. Rangkaian berikut ini menggunakan komponen pasif resistor.

Kita ketahui bahwa salah satu fungsi dari komponen resistor yaitu sebagai pembatas arus. Berikut rangkaiannya : 

Pembuktian Hukum Ohm Menggunakan NI Multisim

Perhatikan gambar diatas, ada tiga elemen penting yang berpengaruh dalam menetukan suatu hukum ohm tersebut diantaranya yaitu tegangan (V), arus (I) dan resistansi (R).

Komponen resistor merupakan parameter utama dalam menentukan hukum ohm tersebut.

Perhatikan pula tanda panah pada gambar diatas yang mengarah searah dengan jarum jam pada rangkaian tersebut.

Tanda panah tersebut adalah arah aliran arus listrik yang mengalir didalam rangkaian. Aliran arus listrik yang dihasilkan dari sumber tegangan ini akan mengalir dari potensial tinggi menuju ke potensial yang lebih rendah, atau dari kutub positif ke kutub negatif.

Hukum Ohm dan Hukum Kirchoff

Kita singgung sedikit mengenai hukum kirchoff.

Kalau kita hubungkan antara hukum ohm dengan hukum kirchoff. Apakah ada korelasinya antara hukum ohm dan hukum kirchoff ini ? saya rasa ada. Coba kita perhatikan terlebih dahulu bunyi dari hukum kirchoff 1 dan hukum kirchoff 2 berikut ini.

Bunyi hukum kirchoff 1 :

Arus masuk sama dengan arus keluar. 

Bunyi hukum kirchoff 2 :

“pada rangkaian circuit tertutup, jumlah beda potensialnya adalah 0.”

Dari bunyi hukum kirchoff tersebut, isi pernyataannya sama dengan hukum ohm yaitu sama-sama membahas mengenai elemen tegangan, arus dan resistansi pada suatu rangkaian.

Tapi pada kesempatan kali ini kita tidak akan membahas mengenai hukum kirchoff. Kita fokuskan pada hukum ohm saja.

Baik. Sampai sini, mudah-mudahan sudah mendapat gambarannya ya mengenai hukum ohm.

Selanjutnya kita akan coba melakukan simulasi rangkaian hukum ohm menggunakan software Multisim.

Komponen yang akan kita butuhkan pada rangkaian hukum ohm ini yaitu :

  1. Supply tegangan DC dengan ukuran yang berbeda-beda yaitu 2, 4 dan 8 Volt
  2. Resistor 1 kilo Ohm
  3. Ampere meter (Ammeter)

Setelah dirangkai menggunakan multisim kemudian dirunning. Kemudian didapatkan hasil dari percobaan rangkaian tersebut. Hasilnya adalah sebagai berikut,

Percobaan Pertama

Pada percobaan pertama ini, sumber tegangan yang diberikan pada rangkaian yaitu sebesar 2 volt. Berikut adalah gambar hasil dari percobaannya : 

Pembuktian Hukum Ohm Menggunakan NI Multisim

Percobaan Kedua

Pada percobaan kedua ini, sumber tegangan yang diberikan pada rangkaian yaitu sebesar 4 volt. Berikut adalah gambar hasil dari percobaannya : 

Pembuktian Hukum Ohm Menggunakan NI Multisim

Percobaan Ketiga

Pada percobaan ketiga ini, sumber tegangan yang diberikan pada rangkaian yaitu sebesar 8 volt. Berikut adalah gambar hasil dari percobaannya : 

Pembuktian Hukum Ohm Menggunakan NI Multisim

Kita rangkum data-data tersebut kedalam bentuk tabel. Hasilnya adalah sebagai berikut :

Resistansi (Ohm) Tegangan (V) Arus (mA)
1 K 2 1.998
1 K 4 3.997
1 K 8 7.994

Kesimpulan Hukum Ohm

Terlihat dari data hasil percobaan tersebut bahwa nilai arus akan meningkat seiring ditambahnya nilai tegangan pada rangkaian.

Dari percobaan hukum ohm diatas kita dapat mengambil sebuah kesimpulan bahwa nilai tegangan berbanding lurus dengan nilai arus. Semakin besar nilai tegangan yang diberikan maka nilai arusnya pun akan semakin besar pula. Pernyataan ini selaras dengan bunyi dari hukum ohm.


Kang Nurdin
Kang Nurdin
Dari pengalaman yang sudah-sudah, belajar itu membutuhkan waktu dan konsistensi. Perjalanan panjang dalam kehidupan ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran itu. Jadi, teruslah bersabar dalam mengarunginya.
Lebih baru Terlama

Related Posts