Pembuktian Hukum Ohm Menggunakan NI Multisim

2 komentar
hukum ohm menggunakna nimultisim kakangnurdin.com


Kali ini kita akan mencoba melakukan pembuktian sederhana mengenai suatu hukum ohm dengan menggunakan software NI Multisim. Sebelum kita mulai melakukan percobaan tersebut kita pahami dulu seperti apa itu hukum ohm.

Hukum Ohm

Menurut sejarahnya, istilah hukum ohm dinamai oleh seorang ahli fisika yang berasal dari Jerman yang bernama Georg Simon Ohm pada tahun 1787-1854. Hukum ohm ini digunakan untuk menghitung besaran nilai tegangan listrik, hambatan listrik, dan kuat arus listrik dalam suatu rangkaian. Bunyi hukum ohm adalah sebagai berikut :

Kuat arus dalam suatu rangkaian berbanding lurus dengan tegangan pada ujung-ujung rangkaian dan berbanding terbalik dengan hambatan rangkaian.

Rumus Hukum Ohm


V = I . R

dimana,
V adalah besaran tegangan listrik dengan satuan Volt dan diberi simbol V
I adalah besaran arus listrik dengan satuan Ampere dan diberi simbol A
R adalah besaran hambatan/resistansi dengan satuan Ohm dan simbol    


Hukum Dasar Rangkaian Listrik & Elektronika

Mengapa saya tertarik untuk melakukan pembuktian hukum ohm tersebut ? Alasannya karena, hukum ohm merupakan hukum dasar yang penerapannya banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari seperti dalam suatu rangkaian listrik dan juga banyak digunakan pada rangkaian elektronika. Dengan kita mengetahui hukum ohm maka kita dapat melakukan perhitungan berapa nilai tegangan, arus dan nilai hambatan yang kita perlukan.

Percobaan dan Pembuktian

Percobaan dan pembuktian kali ini menggunakan software NI Multisim 14.2 tujuannya untuk mengetahui persamaan nilai dari suatu hukum ohm.
Kita akan merancang rangkaian listrik sederhana yang terdiri dari tegangan, arus dan hambatan. Nilai hambatan yang digunakan 600 ohm. Apakah yang terjadi dengan nilai tegangan dan arusnya ?

sebagai berikut,




Dari gambar tersebut diatas dapat kita lihat perubahan nilai pada alat ukur arus ketika nilai tegangan kita naikan. Didapatkan data sebagai berikut, semakin besar nilai tegangannya maka nilai arusnya pun ikut besar, begitu pun sebaliknya. Lihat tabel :

Hambatan (Ohm) Tegangan (V) Arus (A)
600 6 0.01
600 8 0.013
600 12 0.02

Kesimpulan

  1. Berdasarkan hasil percobaan, dengan menggunakan nilai hambatan konstan sebesar 600 ohm didapatkan bahwa nilai arus dan nilai tegangan berbanding lurus, semakin besar nilai tegangan yang diberikan maka nilai arusnya pun semakin besar, begitu pun sebaliknya. (pernyataan hukum ohm sesuai dengan percobaan sederhana rangkaian listrik menggunakan NI Multisim).
  2. Dari percobaan tersebut juga kita dapat mengambil pelajaran mengenai bagaimana cara memasang alat ukur arus dan alat ukur tegangan. Untuk alat ukur arus pemasangannya seri dengan rangkaian dan alat ukur tegangan dipasang pararel dengan rangkaian.


Kakang Nurdin
"Kita selesaikan apa yang sudah kita mulai"

Related Posts

2 komentar

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter