Cara Mengukur Pencahayaan Lampu Rumah Menggunakan Aplikasi Android

cara mengukur tingkat pencahayaan lampu menggunakan lux meter aplikasi android

Sebelum kita mulai membahasa topik inti mengenai cara pengukuran tingkat pencahayaan lampu di rumah tinggal menggunakan aplikasi android. Kita bahas sedikit mengenai energi listrik, konversi energi listrik, pemanfaatan energi listrik dan tingkat pencahayaan. Dimana, topik-topik yang telah disebutkan tersebut sangatlah erat kaitannya dengan topik inti yang nantinya akan kita bahas kali ini. 

Pentingnya Energi Listrik

Jika kita membahas mengenai topik energi listrik, memang energi listrik ini tidak akan pernah ada habis-habisnya ya teman-teman. Energi listrik dari dulu hingga sekarang memang menjadi salah satu yang diprioritaskan dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

Kalau kita lihat dari sisi urgensi-nya, apakah kebutuhan akan energi listrik ini sama urgen-nya seperti kebutuhan rumah tangga lainnya. Misalnya saja kebutuhan sandang, pangan dan papan yang kita kenal dengan sebutan kebutuhan primer. Dimana kebutuhan primer tersebut sangat diperlukan demi keberlangsungan hidup sehari-hari.

Atau jangan-jangan, energi listrik ini memang termasuk kedalam kategori kebutuhan primer.

Energi listrik dapat membantu dan memudahkan kita dalam memecahkan berbagai persoalan yang sedang kita hadapi. Energi listrik ikut berperan penting diberbagai aspek didalam kehidupan kita. Tentunya, aspek disini adalah aspek-aspek yang menyangkut dengan dunia kelistrikan.

Dengan adanya energi listrik, maka setiap tantangan mampu dijawabnya demi menghadapi kemajuan dunia dan perkembangan zaman.

Bagaimana tidak, energi listrik saat ini dapat berperan banyak diberbagai aspek kehidupan kita. Dengan adanya peran energi listrik yang menjalar diberbagai aspek tersebut, menandakan bahwa energi listrik merupakan sumber kekuatan atau energi utama.

Konversi Energi Listrik

Dengan adanya konversi energi, energi listrik mampu dikonversikan menjadi bentuk energi lainnya, sehingga nilai kebermanfaatannya dapat dirasakan langsung oleh kita.

Konversi-konversi energi listrik tersebut dapat berupa konversi energi listrik yang diubah menjadi energi bunyi, energi listrik yang diubah menjadi energi gerak, energi listrik yang diubah menjadi energi panas, energi listrik yang diubah menjadi energi cahaya, energi listrik yang diubah menjadi energi kimia dan masih banyak lagi konversi dari energi listrik yang dapat diubah kedalam bentuk energi lainnya.

Pemanfaatan Energi Listrik

TV, lemari es, mesin cuci, kompor listrik, pompa air listrik, dispenser, radio, lampu penerangan dan lain-lain. Merupakan peralatan elektronik, hasil produk dari konversi energi listrik.

Dari contoh peralatan yang telah disebutkan diatas, timbul suatu pertanyaan. Apakah penggunaan peralatan elektronik yang kita pergunakan sehari-hari sudah dapat dikatakan efektif dan efisien ?

Karena yang dikhawatirkan adalah kita melakukan pemborosan terhadap penggunaan energi listrik yang berlebihan pada peralatan elektronik yang kita pergunakan tersebut.

Untuk itu kita sebagai pengguna energi listrik harus lebih bijak dan lebih berhemat lagi didalam penggunaan energi listrik.

Peran Pengguna Energi LIstrik

Sebagai masyarakat, kita harus ikut berkontribusi didalam upaya pelestarian sumber daya energi. Salah satu kontribusi nyata yang dapat kita lakukan yaitu dengan melakukan konservasi energi yang menjadi suatu tindakan penting untuk dilakukan.

Seperti yang telah disebutkan didalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2009 mengenai Konservasi Energi. Bahwa, masyarakat harus ikut berperan serta dalam konversi energi nasional.

Didalam Peraturan Pemerintah tersebut dijelaskan bahwa konservasi energi adalah suatu tindakan untuk melakukan upaya pelestarian sumber daya energi dan peningkatan efisiensi yang bersifat terencana, terstruktur dan terpadu di dalam pemanfaatannya.

Lantas, bentuk nyata apa yang dapat kita lakukan dalam melakukan pemenuhan kegiatan konservasi energi menurut Peraturan Pemerintah tersebut?

Konservasi Energi pada Sistem Pencahayaan Rumah Tinggal

Tindakan nyata yang dapat kita lakukan sebagai pengguna energi yaitu dengan melakukan konservasi energi disekeliling kita, yang paling terdekat dengan kita adalah di rumah tinggal.

Bentuk konservasi energi sederhana yang dapat kita lakukan yaitu dengan mengefisienkan sistem pencahayaan rumah tinggal.

Cahaya Alami dan Cahaya Buatan

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa sumber cahaya itu ada yang berasal dari cahaya alami dan ada yang berasal dari cahaya buatan. Cahaya alami berasal dari cahaya matahari dan cahaya buatan dihasilkan dari terangnya cahaya lampu.

Lampu merupakan sebuah benda yang akan menghasilkan cahaya buatan jika dialiri arus listrik. Lampu sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari terutama dimalam hari yang berfungsi sebagai penerangan saat kita beraktifitas.

Cahaya Buatan

Saat kita membeli sebuah lampu, kita akan mendapatkan informasi terkait lux dan lumen yang tertera pada kemasan lampu tersebut. Apa sebetulnya lux dan lumen itu ?

Lux adalah satuan yang digunakan untuk mengukur tingkat pencahayaan pada permukaan benda atau area yang telah ditentukan. Sedangkan lumen adalah standar satuan ukuran yang digunakan untuk jumlah cahaya yang dihasilakan oleh sumber cahaya, semakin besar lumen maka semakin terang cahayanya.

Tabel Standar Pencahayaan Rata-Rata 

Coba teman-teman amati, bagaimanakah pencahayaan lampu dirumah kita, apakah terlalu terang, redup atau bahkan gelap. Karena jika kondisi tersebut terjadi akan membuat mata kita tidak nyaman saat memandang sekitar. Disamping menimbulkan ketidaknyamanan, pencahayaan yang terlalu terang akan berdampak pada pemborosan konsumsi energi listrik, yang ujung-ujungnya ita akan membayar tagihan listrik lebih tinggi.

Untuk mengetahui apakah tingkat pencahayaan di rumah tinggal kita sudah sesuai standar atau belum, kita lihat tabel berikut :

Tabel Pencahayaan rata-rata (SNI 03-6197-2000)

Fungsi ruanganTingkat pencahayaanKelompok renderasiTemperatur warna
(Lux)warnaWarm white <3300 KCool white 3300 K - 5300 KDaylight > 5300 K
Rumah tinggal
Teras601 atau 2vv
R. tamu120 ~ 1501 atau 2
v
Ruang makan120 ~ 1501 atau 2v

Ruang kerja120 ~ 1501
vv
Kamar tidur120 ~ 1501 atau 2vv
Kamar mandi2501 atau 2
vv
Dapur2501 atau 2vv
Garasi603 atau 4
vv

Tingkat pencahayaan minimal yang direkomendasikan pada masing-masing ruangan di rumah kita tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih dari daftar standar tingkat pencahayaan pada tabel di atas. 

Cara Mengukur Pencahayaan Lampu Rumah Menggunakan Aplikasi Android

Sebelum memulai pengukuran intensitas cahaya. Kita mesti tentukan terlebih dahulu titik pengukuran pencahayaan jenis apa yang akan kita ukur.

Dari sumber yang saya dapatkan pada dokumen SNI (Standar Nasional Indonesia) Nomor SNI 7062 : 2019 mengenai Pengukuran Intensitas Pencahayaan di Tempat Kerja, bahwa berdasarkan penentuan titik pengukurannya, pengukuran pencahayaan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu pengukuran pencahayaan umum dan pencahayaan setempat.

Dari yang saya pahami terkait titik pengukuran tersebut adalah pengukuran intensitas cahaya pada pencahayaan umum berdasarkan dari area luas ruangan. Dimana luas ruangannya telah dipersyaratkan pada SNI 7062 : 2019. Selain itu, jarak ketinggian alat ukur sensor adalah 0,8 m dari lantai.

Sedangkan untuk pengukuran pencahayaan setempat dilakukan pada benda-benda, objek kerja, peralatan dan area tempat untuk melakukan aktivitas kerja yang membutuhkan intensitas cahaya.

Selengkapnya teman-teman dapat membaca dokumen SNI 7062 : 2019.

Lux meter

Bagaimanakah cara kita mengetahui tingkat pencahayaan untuk masing-masing area. Cara mengetahui intensitas cahaya yaitu dengan menggunakan alat ukur Lux Meter.

Lux meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur tingkat pencahayaan / intensitas cahaya.


1 Lux = 1 Lumen / m ²

 

gambar lux meter
Gambar Alat Lux Meter

Sumber gambar didapat dari www.tokopedia.com

Bagi yang sudah memiliki alat lux meter dapat langsung melakukan pengukuran tingkat pencahayaan di masing-masing ruangan rumah tempat tinggal.

Pada dokumen SNI 7062 : 2019, pengukuran intensitas cahaya dilakukan dengan menggunakan alat ukur Lux Meter yang sebenarnya.

Tetapi pada kesempatan kali ini saya akan membahas pengukuran intensitas cahaya menggunakan aplikasi andoroid.

Lux Meter Aplikasi Android 

Saya rasa saat ini sudah banyak aplikasi lux meter di google play store yang dapat kita download dan instal secara gratis untuk melakukan pengukuran intensitas cahaya.

Berikut ini adalah salah satu contoh lux meter versi aplikasi android yang saya gunakan. Disini saya menggunakan aplikasi Light meter dari Batusof.


cara mengukur tingkat pencahayaan lampu menggunakan lux meter aplikasi android
 

Review UI/UX Light Meter dari Batusoft

Kita bahas sedikit mengenai UI/UX dari aplikasi tersebut. Dari gambar diatas kita dapat mengetahui beberapa informasi, misalnya mengenai nilai maximum, nilai minimum dan nilai rata-rata dari pengukuran tingkat pencahayaan.

Selain dalam bentuk angka, hasil pengukuran pun ditampilkan lengkap secara realtime dengan grafik. Dibagian menu lainnya terdapat tombol reset untuk melakukan reset, tombol save untuk melakukan penyimpanan data dan juga tombol stop untuk menghentikan pembacaan pengukuran.

Secara UI/UX, menurut saya aplikasi ini sudah user friendly dan mudah untuk digunakan.

Kalibrasi Lux Meter Versi Aplikasi Android

Didalam ilmu instrumentasi, setiap alat ukur instrumentasi mengharuskan peralatannya dikalibrasi secara periodik untuk menjaga keakurasian dan performa alat tersebut. Termasuk alat instrumentasi Lux Meter.

Lantas, bagaimana dengan kalibrasi pada aplikasi android light meter ini. Terkait kalibrasinya, aplikasi lux meter dari batusoft ini memiliki button kalibrasi yang dapat langsung mengkalibrasi fungsinya secara terprogram.

Caranya yaitu hanya dengan menekan tombol kalibrasi pada bagian menu, aplikasi ini akan langsung mengkalibrasi sistem dengan sendirinya. Sehingga fungsi pengukuran dari aplikasi alat ukur ini semakin akurat.

Keakurasian Lux Meter Versi Aplikasi Android

Menurut saya pribadi, lux meter dalam bentuk aplikasi android ini sudah dapat menjawab dan dapat digunakan dengan baik. Ketika saya melakukan pengujian sederhana dengan cara menutup rapat-rapat sensor yang terletak pada kamera depan handphone android menggunakan telapak tangan, pembacaan pengukuran menunjukan angka 0 (artinya tidak terjadi pengukuran).

Ketika telapak tangan sudah tidak menutupi sensor, aplikasi ini mulai bekerja dan melakukan pengukuran secara realtime kembali, hal ini dapat terlihat dari angka pembacaan dan grafik yang berubah nilainya sesuai tingkat pencahayaannya.

Cara menggunakan Light Meter Versi Android dan Langkah-Langkah Pengukuran

  • Buka dan jalankan aplikasi Lux meter

cara mengukur tingkat pencahayaan lampu menggunakan lux meter aplikasi android
  • Tutup rapat kamera depan yang berfungsi sebagai sensor untuk menerima intensitas cahaya. (Memastikan pembacaan menunjukan angka nol).
 
cara mengukur tingkat pencahayaan lampu menggunakan lux meter aplikasi android
 
  • Bawa handphone android ke lokasi titik pengukuran
  • Kondisikan handphone android kita berada pada posisi tegak lurus
  • Ada 4 indikator hasil pengukuran, pertama penunjukan nilai lifetime yang angkanya selalu bergerak fluktuatif mengikuti arah gerak handphone android kita, kedua nilai Max (Maximum), ketiga nilai Avg (Average) dan terakhir nilai Min (Minimum). Kita ambil nilai Avg (Average) atau nilai rata-ratanya dan catat hasil pengukurannya.
  • Lakukan pengukuran dititik yang sama beberapa kali untuk menghasilkan keakurasian nilai.
  • Matikan aplikasi ketika telah selesai menggunakan.

Lakukan pengambilan data pada setiap titik pengukuran. Kemudian catat hasilnya dan bandingkan nilainya dengan tabel pencahayaan rata-rata (SNI 03-6197-2000) diatas. Apakah sudah memenuhi standar yang dipersyaratkan atau belum.



Kang Nurdin
Kang Nurdin
Dari pengalaman yang sudah-sudah, belajar itu membutuhkan waktu dan konsistensi. Perjalanan panjang dalam kehidupan ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran itu. Jadi, teruslah bersabar dalam mengarunginya.

Related Posts