Cara Mengukur Pencahayaan Lampu Rumah Menggunakan Aplikasi Android

2 komentar
Tingkat pencahayaan lux kakangnurdin

Berbicara mengenai kelistrikan memang tidak akan pernah ada habisnya. Karena listrik merupakan kebutuhan primer bagi kehidupan masyarakat saat ini. Ya, tidak dipungkiri lagi. Penggunaan energi listrik sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja pemanfaatan energi listrik pada rumah tinggal. Pemanfaatan energi listrik ini dapat kita temukan pada peralatan elektronik yang kita gunakan sehari-hari seperti TV, lemari es, mesin cuci, kompor listrik, pompa air, dispenser, radio, lampu penerangan dan lain-lain.

Berangkat dari penggunaan energi listrik tersebut, timbul sebuah pertanyaan. Apakah pemanfaatan energi listrik yang kita gunakan sudah efektif dan efisien dalam penerapannya ?

Tentunya kita tidak ingin jika sumber energi yang kita gunakan semakin menipis atau mungkin akan habis akibat dari pemborosan energi yang kita gunakan. Untuk itu, kita sebagai pelaku konsumsi energi harus lebih bijak lagi dalam penggunaannya.

Sebagai masyarakat, kita harus ikut berkontribusi dalam upaya pelestarian sumber daya energi. Salah satu kontribusi yang dapat kita lakukan yaitu dengan konservasi energi yang  menjadi hal penting untuk dilakukan. 

Seperti yang telah disebutkan didalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2009 mengenai Konservasi Energi. Bahwa, masyarakat harus ikut berperan serta dalam konversi energi nasional.

Bentuk nyata apa yang dapat kita lakukan dalam melakukan pemenuhan kegiatan konservasi energi menurut Peraturan Pemerintah tersebut. Salah satu bentuk nyata yang dapat kita lakukan yaitu dengan melakukan konservasi energi pada sistem pencahayaan rumah tinggal.

Konservasi energi pada sistem pencahayaan rumah tinggal


Dengan kita melakukan konservasi energi pada sistem pencahayaan rumah tinggal, harapannya konsumsi penggunaan energi dimasyarakat semakin efisien.

Lantas, apa sebetulnya konservasi energi tersebut ?

Didalam Standarisasi Nasional Indonesia atau di singkat SNI telah dijelaskan bahwa konservasi energi adalah suatu upaya untuk mengefisienkan pemakaian energi dalam pemenuhan kebutuhannya agar pemborosan energi dapat dihindarkan.

Teman-teman pasti tahu kan mengenai cahaya ?

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa sumber cahaya itu ada yang berasal dari cahaya alami dan cahaya buatan.  Cahaya alami berasal dari cahaya matahari dan cahaya buatan dihasilkan dari cahaya lampu.

Lampu merupakan sebuah benda yang akan menghasilkan cahaya jika dialiri arus listrik. Lampu sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari terutama dimalam hari yang berfungsi sebagai penerangan saat kita beraktifitas.

Saat kita membeli sebuah lampu, kita akan mendapatkan informasi terkait lux dan lumen yang tertera pada kemasan lampu tersebut. Apa sebetulnya lux dan lumen itu ?

Lux adalah satuan yang digunakan untuk mengukur tingkat pencahayaan pada permukaan benda atau area yang telah ditentukan. Sedangkan lumen adalah standar satuan ukuran yang digunakan untuk jumlah cahaya yang dihasilakan oleh sumber cahaya, semakin besar lumen maka semakin terang cahayanya.

Membandingkan tingkat pencahayaan ruangan dengan tabel standar


Kita tidak mau kan kalau pencahayaan lampu dirumah kita terlalu terang atau redup. Karena kondisi tersebut membuat mata kita tidak nyaman saat memandang sekitar. Disamping itu, jika pencahayaannya terlalu terang hal terebut akan berdampak pada pemborosan dan peningkatan konsumsi energi listrik yang ujung-ujungnya nanti mungkin kita akan membayar tagihan listrik lebih tinggi. 

Untuk mengetahui apakah tingkat pencahayaan di rumah tinggal kita sudah sesuai standar atau belum, kita lihat tabel berikut :

Tabel Pencahayaan rata-rata (SNI 03-6197-2000)
Fungsi ruanganTingkat pencahayaanKelompok renderasiTemperatur warna
(Lux)warnaWarm white <3300 KCool white 3300 K - 5300 KDaylight > 5300 K
Rumah tinggal
Teras601 atau 2vv
Ruang tamu120 ~ 1501 atau 2v
Ruang makan120 ~ 1501 atau 2v
Ruang kerja120 ~ 1501vv
Kamar tidur120 ~ 1501 atau 2vv
Kamar mandi2501 atau 2vv
Dapur2501 atau 2vv
Garasi603 atau 4vv

Tingkat pencahayaan minimal yang direkomendasikan pada masing-masing ruangan di rumah kita tidak boleh kurang dari tingkat pencahayaan pada tabel di atas. 

Bagaimanakah cara mengetahui tingkat pencahayaan di rumah kita ?

Cobalah lakukan pengukuran tingkat pencahayaan di masing-masing ruangan di rumah kita menggunakan alat ukur. Apakah sudah sesuai dengan standar atau belum.

Alat ukur apa yang digunakan untuk mengukur tingkat pencahayaan ?

Lux meter

Lux meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur tingkat pencahayaan/intensitas cahaya. 


1 Lux = 1 Lumen / m ²


ilustrasi lux meter kakangnurdin


Bagi yang sudah memiliki alat lux meter dapat langsung melakukan pengukuran tingkat pencahayaan di masing-masing ruangan rumah tinggal. Tetapi bagi yang belum memiliki alat lux meter, barangkali sebagai alternatif lain dapat menggunakan lux meter berupa aplikasi android untuk melakukan pengukuran. Caranya dengan instal aplikasi lux meter melalui google play store.

Saya rasa saat ini sudah banyak aplikasi lux meter di google play store yang dapat kita download dan instal secara gratis. Berikut adalah salah satu contoh lux meter versi aplikasi android yang saya gunakan.



 
Kita bahas sedikit mengenai UI/UX aplikasi tersebut. Dari gambar diatas kita dapat mengetahui informasi mengenai nilai maximum, minimum dan rata-rata dari pengukuran tingkat pencahayaan. Selain dalam bentuk angka, hasil pengukuran pun ditampilkan secara realtime lengkap dengan grafik. Dibagian menu lainnya terdapat tombol reset untuk melakukan reset, tombol save untuk melakukan penyimpanan data dan juga tombol stop untuk menghentikan pembacaan pengukuran. Secara UI/UX, aplikasi ini sudah user friendly dan mudah untuk digunakan.

Didalam dunia instrumentasi setiap alat pengukuran mesti dilakukan kalibrasi secara periodik untuk menjaga keakurasian dan performa alat ukur agar tetap maksimal. Termasuk alat lux meter mesti dilakukan kalibrasi secara periodik.

Lantas, bagaimana keakurasian alat lux meter versi aplikasi android ini?

Menurut saya, alat lux meter dalam bentuk aplikasi android ini sudah dapat menjawab dan dapat digunakan dengan baik. Ketika saya melakukan pengujian sederhana dengan cara menutup sensor yang terletak pada bagian depan permukaan layar handphone dengan telapak tangan, pada display menunjukan angka 0 (artinya tidak terjadi pengukuran). Ketika telapak tangan sudah tidak menutupi sensor, aplikasi ini bekerja dan melakukan pengukuran, hal ini dapat terlihat dari display dan grafik yang berubah nilainya sesuai tingkat pencahayaan. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa lux meter versi android dapat berfungsi dengan baik. Terkait kalibrasinya, aplikasi ini memiliki button kalibrasi sendiri yang dapat langsung mengkalibrasi fungsinya hanya dengan menekan tombol kalibrasi pada bagian menu. Sehingga fungsi pengukuran dari aplikasi alat ukur ini semakin akurat.


Langkah-langkah dalam pengukuran tingkat pencahayaan


Berikut langkah-langkah dalam pengukuran tingkat pencahayaan menggunakan lux meter
  1. Kondisikan on untuk alat ukur lux meter
  2. Lakukan pengecekan dan pengetesan dengan cara menutup sensor (jika sensor ditutup maka pada display menunjukan 0)
  3. Saat pengukuran letakan sensor / permukaan layar bagian depan handphone kita ke arah pencahayaan dan sejajar dengan permukaan yang akan diukur
  4. Lakukan pengukuran dengan ketinggian sensor alat 0,8 m dari lantai untuk pengukuran intensitas pencahayaan umum
  5. Ambil data dan catat hasilnya 
  6. Lakukan pengulangan dalam pengukuran sebanyak 3 kali untuk mendapatkan nilai data pengukuran yang lebih akurat.


Cara menentukan titik pengukuran tingkat pencahayaan


  1. Ruangan kurang dari 50 meter persegi. Satu titik pengukuran mewakili area maksimal 3 meter persegi. Dimana titik pengukurannya  adalah pertemuan  antara dua garis diagonal panjang dan lebar dari area 3 meter persegi-nya tersebut, dan begitu kelipatan seterusnya.
  2. Ruangan 50-100 meter persegi. Jumlah titik pengukuran minimal 25 titik, dimana titik pengukurannya merupakan titik pertemuan antara dua garis diagonal panjang dan lebar ruangan.
  3. Ruangan lebih dari 100 meter persegi. Jumlah titik pengukuran minimal 36 titik, Titik pengukuran merupakan titik temu antara dua garis diagonal panjang dan lebar ruangan.

Catat hasil pengukuran tingkat pencahayaan pada masing-masing ruangan kemudian bandingkan dengan tabel diatas apakah hasilnya sudah sesuai dengan standar atau belum. 


perbandingan nilai lux meter dengan tabel standar


Setelah dibandingkan ternyata hasil pengukurannya sesuai dengan tabel diatas maka tingkat pencahayaannya sudah dinyatakan cukup dan ruangan tersebut sudah memenuhi standar. Bagaimana jika nilai hasil pengukurannya berada di bawah standar atau bahkan mungkin tinggi di atas standar. Untuk itu kita perlu melakukan perhitungan ulang akan kebutuhan lampu yang diperlukan.
Kakang Nurdin
"Kita selesaikan apa yang sudah kita mulai"

Related Posts

2 komentar

  1. Artikel yang sangat bermanfaat, salam kenal www.rendrione.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih mas. salam kenal kembali. saya sudah mencoba mengunjungi blognya tapi ko tidak ada yah. malah masuk ke go daddy.

      Sukses juga mas!

      Hapus

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter