Cara Merangkai Lampu Penerangan TL Fluorescent

Cara Merangkai Lampu Penerangan TL Fluorescent

Artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana cara memasang lampu TL. Sebelum melakukan pemasangan lampu kita mesti tahu dulu bagaimana cara merakit lampu neon panjang ini. Terlebih jika anda seorang teknisi yang ahli dibidang kelistrikan.

Lampu merupakan salah satu produk hasil dari sebuah kemajuan dibidang teknologi, dimana lampu ini mampu menghasilkan pencahayaan buatan yang dapat dimanfaatkan oleh orang-orang untuk menerangi segala aktivitasnya.

Macam dan ragam lampu saat ini sangat bervariasi seperti lampu pijar (incandescent lamp), lampu neon (fluorescent lamp), lampu halogen, lampu hybrid halogen CFL, lampu LED (light emitting diode), dan masih banyak lagi.

Pada obrolan kita kali ini, akan kita fokuskan untuk membahas cara memasang lampu neon (fluorescent lamp) atau biasa disebut juga dengan lampu TL.

Lampu TL Fluorescent 

Lampu TL Fluorescent adalah lampu penerangan yang berbentuk tabung atau tube. Istilah "TL" pada lampu TL sendiri, ada yang menyebutnya sebagai "Tube Lamp" ada juga yang menyebutnya sebagai "Tube Luminescent".

Umumnya lampu TL Neon (Fluorescent Lamp) banyak kita temukan pada ruangan perkantoran, pabrik, workshop / bengkel, di gudang penyimpanan, tempat sekolah dan lain-lain. Kebanyakan lampu TL ini digunakan pada lokasi indoor.

Prinsip Kerja Lampu TL Fluorescent 

Tabung Lampu TL Fluorescent terbuat dari gelas yang lapisan luarnya dilapisi (coating) dengan lapisan phosphor. Pada bagian dalam lampu, tabungnya hampa udara. Terdapat elektroda atau kawat pijar di bagian ujung sisi kanan dan kirinya. Didalam tabung diisi dengan merkuri dan gas argon yang bertekanan rendah.

Fungsi kawat pijar/elektroda disini yaitu, saat dialiri arus listrik akan terjadi pemanasan pada elektroda dan akan menimbulkan elektron-elektron yang berpindah tempat dari ujung yang satu ke ujung yang lainnya.

Akibat energi listrik itu pula terjadi perubahan pada Merkuri yang semula berupa cairan selanjutnya berubah menjadi gas.

Elektron-elektron akan melepaskan cahaya pada saat elektron tersebut bertabrakan dengan Merkuri. Pada saat itulah energi elektron akan meningkat ke level yang lebih tinggi dan kemudian energi elektron tersebut kembali ke level normal.

Komponen yang Diperlukan untuk Merangkai Lampu TL Fluorescent 

1. Starter 

Starter yang biasa digunakan pada lampu TL ini berbentuk tabung silinder berukuran kecil yang dibungkus seperti plastik tebal bening. Didalamnya terdapat 2 elektroda berbahan logam sebagai filamen yang di-desain dengan jarak tertentu sehingga starter ini dapat beroprasi ketika diberikan tegangan 100 - 200 V.

Saat dihubungkan secara paralel dengan lampu TL maka Starter akan berfungsi sebagai saklar. Penggunaannya starter ini hanya sesaat, seperti saklar. Ketika tegangan belum masuk ke rangkaian maka starter dalam kondisi OFF atau terputus. Ketika sumber tegangan sudah masuk maka starter akan kontak atau kondisi ON dan lampu dapat menyala. Setelah lampu dapat menyala starter akan terputus kembali.

2. Ballast

Balast adalah suatu komponen yang didalamnya terdapat rangkaian kontrol yang terdiri dari rangkaian rectifier, DC to AC converter dan starter kapasitor, dimana balast ini berguna juga untuk menyalakan lampu.

Fungsi ballast untuk mengoperasikan lampu TL dengan karakteristik dapat menyesuaikan arus (menstabilkan arus dan membatasi arus yang terlalu besar).

Terdapat dua jenis ballast yaitu Ballast jenis Induktor/kumparan (Inductive Ballast) dan Ballast jenis Elektronik (Electronic Ballast).

Cara Merakit dan Merangkai Lampu TL Fluorescent

Bagaimana cara merangkai pemasangan lamu TL, berikut adalah gambar rangkaian dalam pemasangan lampu panjang neon tersebut.

Cara Merangkai Lampu Penerangan TL Fluorescent

Gambar diatas adalah gambar cara merangkaipemasangan lampu neon panjang dengan menambahkan starter dan ballast pada rangkaiannya. Sebagai pemutus arus dari sumber tegangan ditambahkan juga saklar single. 

Pada saat tegangan 220 V dari PLN dihubungkan ke rangkaian lampu TL terjadi pemanasan gas ion (proses ionisasi) didalam tabung starter yang menyebabkan starter menjadi normally closed sehingga terjadi aliran arus yang memanaskan filamen lampu tabung TL, pada saat itu gas yang berada pada lampu neon mulai terionisasi. Seketika Bi-metal yang terdapat pada starter akan terbuka (open) saat proses penyalaan lampu telah selesai. Starter dapat dilepaskan dari rangkaian lampu karena peruntukannya digunakan saat penyalaan saja. Sedangkan fungsi ballast sebagai penstabil arus agar dapat mengoperasikan lampu TL dengan baik.

 
Kang Nurdin
Kang Nurdin
Dari pengalaman yang sudah-sudah, belajar itu membutuhkan waktu dan konsistensi. Perjalanan panjang dalam kehidupan ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran itu. Jadi, teruslah bersabar dalam mengarunginya.

Related Posts