Rangkaian Penguat Penyangga (Buffer) Elektronika Dasar [Multisim]

Posting Komentar

Baik, pada kesempatan kali ini kita akan bersama-sama mempelajari dan memahami mengenai apa itu rangkaian penyangga (buffer) ?

Pada saat kapan rangkaian penguatan buffer dipergunakan ?

Kemudian,

Dimana kita dapat menemukan implementasi rangkaian buffer ?

Dan juga,

Kita akan melakukan percobaan sederhana mengenai perancangan rangkaian buffer menggunakan software multisim, untuk mengetahui seperti apa rangkaian buffer dapat bekerja,

Apa itu penguat penyangga (buffer) ?

Penguat buffer merupakan penguat kolektor bersama atau pengikut emitor. Penguat buffer berfungsi untuk penyesuaian impedansi tanpa mengurangi besarnya tegangan isyarat, walaupun pada aktualnya terdapat pengurangan tegangan tetapi tidak terlalu berpengaruh. Penguat kolektor bersama ini merupakan penguat arus dan bukan merupakan penguat tegangan. Penguat buffer ini memiliki tegangan input (Vin) dan memiliki tegangan output (Vout) yang sama.

Vin = Vout

Berbeda dengan nilai arus, arus input atau arus masukan memiliki nilai yang lebih kecil sedangkan arus keluaran memiliki nilai yang besar.

Pada penguat buffer ini, tegangan output diambil dari terminal emitor suatu transistor yang digunakan, dan nilainya selalu sedikit lebih rendah dari pada tegangan input.

Mengapa demikian.

Hal ini dikarenakan adanya jatuh tegangan pada persambungan emitor-basis.

Gelombang tegangan output penguat buffer ini, jika di ukur pada kaki emitor akan sefasa dengan tegangan inputnya. Nanti kita akan buktikan dengan percobaan sederhana.

Pada saat kapan rangkaian penguatan buffer dipergunakan ?

Rangkaian buffer dipergunakan pada saat kedua rangkaian yang akan disambungkan memiliki perbedaan impedansi.

Jika kedua rangkaian tersebut tetap disambungkan, maka akan terjadi penurunan tegangan atau drop tegangan sehingga tidak mampu menggerakan rangkaian berikutnya.

Untuk itu diperlukan suatu rangkaian penguat buffer untuk melakukan pencocokan impedansi (impedance matching). Dengan pemasangan rangkaian buffer maka akan menyeimbangkan atau mencocokan perbedaan impedansi tersebut. Jika impedansi masukan tinggi maka dengan rangkaian penguat buffer, sisi output akan menghasilkan nilai impedansi yang rendah. 

Rangkaian ini dapat dibuat dengan membangun common emitter yang digunakan sebgai pengikut tegangan (Voltage Follower).

Dimana kita dapat menemukan implementasi rangkaian buffer ?

Rangkaian buffer banyak di temukan pada amplifier-amplifier disekitar kita. Misalnya, amplifier yang biasa kita gunakan untuk gitar listrik.

Apa itu amplifier.

Amplifier merupakan peralatan semikonduktor yang memiliki input impedansi sangat rendah. Amplifier biasanya dihubungkan dengan pick up, jika amplifier di paksakan untuk tetap dihubungkan dengan pick up maka akan timbul cacat tegangan yang menggangu, untuk itu solusinya adalah dengan menambahkan rangkaian penyangga yang biasa disebut penguat buffer atau impedance matcher atau voltage follower.

Akan sangat berbeda dengan amplifier yang menggunakan tabung hampa sebagai penguatannya. Bahwa tabung hampa mempunyai impedansi yang sangat tinggi, dan tidak memiliki masalah apapun dengan inputnya sehingga dapat langsung dihubungkan dengan output gitar listrik tanpa memerlukan rangkaian penguat buffer. 

Memahami Penyangga (Buffer) Elektronika Dasar - tabung hampa
Gambar Tabung Hampa - Pixabay.com

Untuk selanjutnya kita langsung saja melakukan praktek sederhana dengan merangkai rangkaian penguatan buffer menggunakan software multisim.

Praktek berikut merupakan pengikut tegangan yang dibuat dengan transistor biasa. Sesuai dengan karakteristiknya, rangkaian ini sangat cocok untuk menyangga dari impedansi yang tidak terlalu tinggi dan diteruskan pada impedansi rendah.

Biasanya sering digunakan untuk menghubungkan alat yang satu dengan alat yang lainnya. Misalnya pada hubungan satu arah. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya feed back.

Rangkaian yang saya dapatkan bersumber dari website resmi multisim.com dengan judul rangkaian buffer sinyal kecil by Pak Wisnu Djatmiko.

Ok, kita langsung saja.

Bahan dan peralatan apa saja yang kita butuhkan untuk praktek Penyangga Buffer :

  1. Transistor Bipolar Transistor 15V 1A fT;440MHz typ. NPN Single MCPH3
  2. Function generator, frekuensi 1 kHz ; amplitude 10 mVp (1 buah)
  3. DC Power, 12 Vdc (1 buah)
  4. Oscilloscope (1 buah)
  5. Kapasitor 100 uF (1 EA)
  6. Kapasitor 10 uF (2 EA)
  7. Resistor 37 k ohm (1 EA)
  8. Resistor 47 k ohm (1 EA)
  9. Resistor 4k7 ohm (1 EA)
  10. Resistor 10 k ohm (1 EA)

Langsung saja kepada kesimpulan.

Kesimpulan apa saja yang dapat kita ambil dari praktek sederhana yang telah kita lakukan.

Kesimpulan yang dapat kita ambil dari praktek rangkaian penguat buffer tersebut yaitu :

  1. Tegangan input sebesar 7,071 mV dan tegangan output sebesar 7,007 mV. Output tegangan tidak meningkat.

  2. Arus input sebesar 344 nA dan arus output sebesar 1,3 mA atau setara dengan 1.300.000 nA. Terlihat dari data tersebut penguatan arusnya sangat tinggi sekali.

  3. Gelombang tegangan input dan output sefasa. Perhatikan gambar screen shoot berikut ini dari software multisim.



Untuk lebih jelas mengenai percobaan menggunakan multisim, dapat dilihat pada video berikut ini.




Referensi :


Demikian yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan dalam penyampaian terkait materi Rangkaian Penguat Buffer ini.

KANGNURDIN
Pernah bersekolah di Jurusan Teknik Elektro. Pernah menjadi seorang Teknisi Perencanaan dan Penjadwalan Laboratorium Kalibrasi di salah satu Perusahaan BUMN. Saat ini, sedang menyukai belajar apapun dan menuliskannya di kakangnurdin.com. Mudah-mudahan ilmu yang sedikit ini dapat bermanfaat untuk saya pribadi dan orang-orang. Dah, Gitu aja !

Related Posts

Posting Komentar