Kalau sudah cukup lama bekerja, saya yakin hampir semua orang pernah bertemu dengan tipe seperti ini.
Apa pun topiknya, dia harus menang.
Apa pun diskusinya, dia harus benar.
Kalau kita punya pendapat, dia punya pendapat yang dianggap lebih baik.
Kalau kita punya solusi, dia punya solusi yang dianggap paling tepat.
Dulu, orang seperti ini cukup sering menguras energi saya.
Bukan karena saya tidak suka berbeda pendapat.
Justru dalam pekerjaan, perbedaan pendapat itu biasa.
Yang membuat lelah adalah ketika diskusi tidak lagi bertujuan mencari solusi, tetapi berubah menjadi ajang menentukan siapa yang paling benar.
Mungkin Anda juga pernah mengalaminya.
Rapat sudah selesai, tetapi kepala masih panas.
Pekerjaan sudah beres, tetapi hati masih kesal.
Bahkan saat perjalanan pulang, obrolan tadi masih teringat.
Padahal orang yang membuat kita kesal kemungkinan sudah menikmati kopi sore tanpa memikirkan hal itu lagi.
😅
Dulu saya sering terpancing.
Kalau ada yang ngotot, saya ikut ngotot.
Kalau ada yang ingin menang, saya juga tidak mau kalah.
Akibatnya, energi habis untuk hal yang sebenarnya tidak terlalu penting.
Yang lucu, setelah beberapa tahun bekerja, saya mulai menyadari sesuatu.
Tidak Semua Perdebatan Harus Dimenangkan
Kalimat itu terdengar sederhana.
Tetapi saya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memahaminya.
Karena kadang ego kita ingin diakui.
Kita ingin menunjukkan bahwa kita benar.
Kita ingin membuktikan bahwa pendapat kita lebih masuk akal.
Padahal tujuan utama kita datang ke kantor bukan untuk memenangkan perdebatan.
Tujuannya adalah menyelesaikan pekerjaan.
Sejak saat itu saya mulai mengubah cara pandang.
Ketika bertemu orang yang selalu ingin menang, saya tidak lagi bertanya:
"Bagaimana caranya supaya saya menang?"
Tetapi saya mulai bertanya:
"Apakah ini layak menghabiskan energi saya?"
Kalau jawabannya tidak, saya memilih diam.
Bukan karena kalah.
Bukan karena takut.
Tetapi karena saya sadar energi saya lebih berharga daripada perdebatan yang tidak menghasilkan apa-apa.
Saya Mulai Memilih Ketenangan
Anehnya, hidup jadi lebih ringan.
Saya jadi lebih fokus pada pekerjaan.
Lebih fokus pada hal-hal yang bisa saya kendalikan.
Dan yang paling penting, suasana hati tidak mudah rusak hanya karena satu orang.
Tentu saja saya masih kesal sesekali.
Saya masih manusia.
Kadang masih ingin membalas.
Kadang masih ingin menjelaskan panjang lebar.
Kadang masih ingin berkata, "Kan saya sudah bilang."
😄
Tetapi sekarang saya lebih sering mengingat satu hal.
Tidak semua orang harus memahami cara berpikir saya.
Dan saya juga tidak harus mengubah semua orang agar setuju dengan saya.
Orang Tenang Sering Kali Lebih Kuat
Semakin lama bekerja, saya justru melihat bahwa orang-orang yang tenang sering kali lebih kuat daripada orang-orang yang selalu ingin menang.
Mereka tahu kapan harus berbicara.
Mereka tahu kapan harus mendengarkan.
Dan mereka tahu kapan harus melepaskan sesuatu yang memang tidak perlu diperdebatkan.
Hari ini saya masih terus belajar tentang itu.
Belajar mengelola emosi.
Belajar memilih perdebatan.
Belajar menerima bahwa tidak semua orang akan sepakat dengan saya.
Karena pada akhirnya, kedamaian di tempat kerja sering kali bukan datang ketika kita berhasil memenangkan semua perdebatan.
Tetapi ketika kita tahu perdebatan mana yang memang tidak perlu kita ikuti sejak awal.
😄
.png)
