Lkd0w4E1RXeko9lO8B7b5aHwUYMeguVeq3zLAoHH

Pompa Air 125 Watt Berapa Rupiah per Bulan? Saya Coba Hitung Sendiri dan Hasilnya Bikin Kaget

Pompa air rumah tangga 125 watt di samping tandon air untuk ilustrasi perhitungan biaya listrik bulanan

Beberapa waktu lalu saya sempat penasaran dengan pompa air di rumah.

Bukan karena rusak. Bukan juga karena tagihan listrik tiba-tiba melonjak. Saya cuma ingin tahu, sebenarnya pompa air 125 watt itu menghabiskan biaya listrik berapa rupiah dalam sebulan?

Soalnya, pompa air sering dituduh sebagai penyebab token listrik cepat habis. Mungkin karena suaranya cukup keras saat menyala sehingga keberadaannya lebih terasa dibanding peralatan listrik lainnya.

Daripada menebak-nebak, saya memutuskan untuk menghitungnya sendiri.

Pompa Air 125 Watt Artinya Apa?

Angka 125 watt menunjukkan besarnya daya listrik yang digunakan pompa saat bekerja.

Semakin besar angka watt, semakin besar pula daya yang dibutuhkan. Namun biaya listrik tidak hanya ditentukan oleh watt saja. Yang lebih penting adalah berapa lama peralatan tersebut digunakan.

Karena itu, untuk mengetahui biaya listrik pompa air, kita perlu memperkirakan durasi pemakaiannya setiap hari.

Saya Pakai Asumsi 2 Jam per Hari

Sebagai contoh sederhana, saya menggunakan asumsi pompa menyala total sekitar 2 jam setiap hari.

Perhitungannya seperti ini:

  • Daya pompa = 125 watt = 0,125 kW
  • Pemakaian = 2 jam per hari

Energi yang digunakan per hari:

0,125 × 2 = 0,25 kWh

Dalam satu bulan:

0,25 × 30 = 7,5 kWh

Jika tarif listrik sekitar Rp1.444 per kWh, maka biaya listriknya:

7,5 × Rp1.444 = sekitar Rp10.800 per bulan

Dibulatkan, hasilnya sekitar Rp11 ribu per bulan.

Jujur saja, hasilnya lebih kecil dari yang saya bayangkan.

Kenapa Banyak Orang Mengira Pompa Air Boros?

Menurut saya, salah satu alasannya karena pompa air mudah disadari keberadaannya.

Saat menyala, suaranya terdengar jelas. Berbeda dengan kulkas, charger HP, atau modem WiFi yang bekerja diam-diam sepanjang hari.

Akibatnya, kita sering merasa pompa air adalah penyebab utama tagihan listrik naik, padahal belum tentu demikian.

Hasilnya Bisa Berbeda di Setiap Rumah

Tentu saja angka Rp11 ribu tadi bukan angka mutlak.

Setiap rumah memiliki kondisi yang berbeda-beda.

Misalnya:

  • Jumlah penghuni rumah
  • Frekuensi penggunaan air
  • Kapasitas tandon
  • Kedalaman sumur
  • Kondisi pompa

Bahkan ada rumah yang pompanya mungkin hanya menyala sekitar 30 menit hingga 1 jam per hari. Dalam kondisi seperti itu, biaya listriknya bisa lebih rendah lagi.

Sebaliknya, jika pompa sering hidup dan mati sepanjang hari, biayanya bisa lebih tinggi.

Jadi, Apakah Pompa Air 125 Watt Boros?

Setelah mencoba menghitung sendiri, menurut saya pompa air 125 watt masih tergolong wajar untuk kebutuhan rumah tangga.

Setidaknya, dari simulasi sederhana ini saya jadi tahu bahwa biaya listriknya tidak sebesar yang selama ini saya bayangkan.

Kalau suatu hari token listrik terasa cepat habis, mungkin jangan langsung menyalahkan pompa air.

Bisa jadi ada peralatan lain di rumah yang diam-diam menyala lebih lama dan mengonsumsi listrik lebih banyak.

Kadang yang paling berisik memang paling mudah dituduh. Padahal setelah dihitung, belum tentu dia yang paling boros.

Lebih lamaTerbaru