Beberapa waktu lalu saya sempat garuk-garuk kepala sendiri.
Soalnya token listrik di rumah rasanya lebih cepat habis dari biasanya.
Padahal kalau dipikir-pikir, tidak ada alat elektronik baru. AC masih itu-itu saja. Kulkas juga tidak ganti. TV pun paling nyala malam hari.
Awalnya saya sempat berpikir, "Perasaan biasanya tidak secepat ini deh."
Karena penasaran, saya mulai memperhatikan kebiasaan di rumah.
Yang pertama saya curigai tentu saja AC. Soalnya cuaca akhir-akhir ini memang lebih panas. Walaupun jam pemakaiannya kurang lebih sama, bisa jadi AC bekerja lebih keras dibanding biasanya.
Lalu saya melirik kulkas.
Kulkas ini unik. Kita sering lupa kalau dia bekerja 24 jam sehari. Saya jadi ingat, beberapa waktu terakhir anak-anak sering buka tutup kulkas cari es atau minuman dingin. Kelihatannya sepele, tetapi ternyata bisa membuat kompresor lebih sering menyala.
Ada lagi yang sering luput dari perhatian, yaitu dispenser dan rice cooker.
Kalau dipikir-pikir, dua alat ini hampir tidak pernah benar-benar istirahat. Dispenser terus menjaga air tetap panas. Rice cooker juga sering berada di mode hangat dari pagi sampai malam.
Memang tidak langsung membuat token jebol dalam semalam. Tapi kalau dikumpulkan terus setiap hari, tetap ada pengaruhnya.
Bagi yang menggunakan pompa air, coba sesekali perhatikan juga pompanya. Saya pernah mendengar cerita pompa yang ternyata lebih sering hidup karena ada kebocoran kecil yang tidak disadari pemilik rumah.
Yang paling menarik, kadang penyebabnya bukan alat elektronik, tetapi kebiasaan kita sendiri.
Saat cuaca panas, AC mungkin menyala sedikit lebih lama.
Saat libur, TV lebih sering hidup.
Anak-anak sedang banyak di rumah sehingga penggunaan listrik ikut bertambah.
Perubahannya kecil. Bahkan sering tidak terasa. Tetapi setelah sebulan, efeknya mulai kelihatan.
Jadi menurut saya, kalau token listrik terasa lebih cepat habis, jangan buru-buru menyalahkan meteran atau berpikir ada yang aneh.
Coba lihat dulu apa yang berubah di rumah dalam beberapa minggu terakhir.
Siapa tahu penyebabnya bukan sesuatu yang besar, tetapi justru kebiasaan kecil yang selama ini tidak kita sadari.
.png)
