Kalau ada yang bertanya ke saya,
"Mas, kerja di BUMN gajinya gede ya?"
Saya biasanya cuma senyum.
Bukan karena tidak mau jawab.
Tapi karena jawaban saya sering kali berbeda dengan bayangan mereka.
Banyak orang mengira begitu diterima kerja di BUMN, hidup langsung berubah. Gaji besar, fasilitas lengkap, masa depan aman.
Saya juga dulu berpikir begitu.
Ternyata kenyataannya tidak sesederhana itu.
Awal Masuk BUMN
Saya masuk BUMN tahun 2011 lewat jalur Management Trainee (MT).
Waktu itu saya baru lulus D3 Teknik Listrik.
Rasanya campur aduk.
Senang karena akhirnya diterima bekerja.
Deg-degan karena benar-benar memasuki dunia kerja yang sesungguhnya.
Program MT yang saya jalani berlangsung selama dua tahun.
Selama masa itu, kegiatan saya lebih banyak belajar daripada bekerja.
Belajar di kelas.
Belajar mengenal perusahaan.
Belajar budaya kerja.
Belajar bagaimana menjadi seorang profesional.
Jam kerja kami juga normal.
Masuk pukul 08.00.
Pulang sekitar 16.00.
Kalau dipikir sekarang, masa MT itu seperti sekolah lagi. Bedanya, setiap hari pakai seragam dan mulai belajar bertanggung jawab.
Lalu Berapa Gajinya?
Nah, ini yang paling sering ditanyakan.
Saat masih menjadi peserta MT, take home pay yang saya terima sekitar Rp1,6 juta sampai Rp2 juta per bulan.
Kalau dibandingkan kondisi sekarang tentu terasa kecil.
Tapi saat itu saya tidak pernah merasa kecewa.
Karena sejak awal saya sadar, saya sedang dibayar untuk belajar.
Buat saya yang baru lulus kuliah, bisa diterima di BUMN saja sudah menjadi kebanggaan tersendiri.
Setelah MT Selesai
Dua tahun berlalu.
Saya akhirnya menyelesaikan program MT dan mulai menjalani pekerjaan sesuai bidang.
Di sinilah penghasilan mulai berubah.
Take home pay saya naik menjadi sekitar Rp3 juta sampai Rp4 juta per bulan.
Masih belum bisa dibilang besar.
Tapi rasanya menyenangkan.
Karena saya merasa perjuangan selama dua tahun mulai menunjukkan hasil.
Gaji Tidak Pernah Naik Sekaligus
Kalau ada yang bertanya,
"Berarti tiap tahun gajinya langsung naik banyak?"
Jawabannya, tidak.
Kenaikannya pelan.
Sedikit demi sedikit.
Kadang tidak terlalu terasa.
Tapi ketika dijalani bertahun-tahun, baru terlihat hasilnya.
Saya menikmati proses itu.
Belajar pekerjaan baru.
Belajar menghadapi masalah.
Belajar bekerja sama dengan banyak orang.
Tanpa sadar, pengalaman bertambah.
Tanggung jawab bertambah.
Penghasilan juga ikut bertambah.
Tahun Terakhir Saya di BUMN
Saya mengakhiri perjalanan di BUMN pada tahun 2020.
Saat itu take home pay yang saya terima sudah berada di kisaran Rp9 juta sampai Rp10 juta per bulan.
Kalau mengingat kembali gaji pertama saat MT, rasanya seperti melihat perjalanan yang cukup panjang.
Dari sekitar Rp1,6 juta.
Naik perlahan.
Sampai akhirnya hampir Rp10 juta.
Bukan naik dalam semalam.
Tetapi bertumbuh sedikit demi sedikit.
Yang Membuat Saya Bertahan Bukan Cuma Gaji
Kalau jujur, bukan karena gajinya.
Yang membuat saya betah hampir 10 tahun justru lingkungan kerjanya.
Saya bertemu banyak senior yang tidak pelit ilmu.
Teman kerja yang saling membantu.
Dan suasana kerja yang membuat saya terus belajar.
Buat saya, itu jauh lebih berharga.
Karena uang memang penting.
Tapi lingkungan yang membuat kita berkembang juga tidak kalah penting.
Penutup
Kalau hari ini ada yang bertanya,
"Kerja di BUMN enak nggak?"
Saya akan menjawab,
"Saya bersyukur pernah menjadi bagian dari perjalanan itu."
Bukan karena sejak awal gajinya besar.
Bukan juga karena semuanya selalu mudah.
Tapi karena di sanalah saya belajar banyak hal.
Saya belajar bekerja.
Belajar menghargai proses.
Dan belajar bahwa kenaikan gaji tidak datang begitu saja.
Semuanya butuh waktu.
Jadi, kalau hari ini kamu baru memulai karier dan merasa gajimu masih kecil, jangan langsung berkecil hati.
Saya juga pernah ada di posisi itu.
Yang penting terus belajar, terus berkembang, dan nikmati setiap prosesnya.
Karena siapa tahu, beberapa tahun ke depan kamu akan tersenyum saat mengingat perjalananmu sendiri.
Catatan: Artikel ini murni berdasarkan pengalaman pribadi saya saat bekerja di salah satu BUMN pada periode 2011–2020. Besaran penghasilan dapat berbeda di setiap perusahaan, jabatan, lokasi kerja, masa kerja, dan kebijakan yang berlaku pada masing-masing BUMN.
.png)
