Lkd0w4E1RXeko9lO8B7b5aHwUYMeguVeq3zLAoHH

Begini Cara Menghitung Tegangan Listrik

Tegangan listrik merupakan salah satu konsep dasar dalam dunia listrik yang sangat penting untuk dipahami.

Tegangan adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik.

Pengukuran tegangan ini biasanya dilakukan menggunakan satuan Volt (V) dan berfungsi untuk mengetahui seberapa besar dorongan listrik yang ada pada suatu perangkat atau rangkaian listrik.


Image by Freepik


Bagaimana cara menghitung tegangan listrik? Yuk, simak langkah-langkah mudahnya:


1. Kenali Simbol Tegangan Listrik

Tegangan listrik biasanya dilambangkan dengan huruf "V" yang merupakan singkatan dari Volt.

Ketika melihat angka di samping simbol "V" (contohnya: 12V), itu menunjukkan besar tegangan pada perangkat atau komponen listrik tersebut.


2. Pahami Hukum Dasar Tegangan

Sebelum menghitung tegangan, penting untuk memahami hukum dasar tegangan.

Hukum ini dikenal dengan hukum Ohm yang menyatakan bahwa tegangan (V), arus (I), dan hambatan (R) dalam suatu rangkaian berhubungan dengan rumus sederhana: V = I x R.


3. Pastikan Nilai Arus (I) dan Hambatan (R)

Sebelum menghitung tegangan, Anda perlu mengetahui nilai arus (I) yang mengalir dalam rangkaian dan hambatan (R) dari komponen atau perangkat yang ada dalam rangkaian.

Nilai ini diukur dalam satuan Ampere (A) untuk arus dan Ohm (Ω) untuk hambatan.


4. Gunakan Rumus Tegangan

Setelah Anda mengetahui nilai arus (I) dan hambatan (R), gunakan rumus hukum Ohm (V = I x R) untuk menghitung tegangan (V).

Caranya sangat mudah, tinggal kalikan nilai arus dengan nilai hambatan.


Contoh, jika Anda memiliki sebuah perangkat dengan arus sebesar 2 Ampere (I) dan memiliki hambatan sebesar 5 Ohm (R), maka:


V = 2A x 5Ω

V = 10 Volt


Maka, tegangan pada perangkat tersebut adalah 10 Volt.


5. Perhatikan Arah Arus (Jika Berlaku)

Dalam beberapa rangkaian, arus dapat mengalir dalam dua arah yang berlawanan.

Jika arah arus sangat berpengaruh pada perangkat yang Anda hitung, pastikan untuk memperhatikan tanda positif dan negatif dari nilai arus.

Jika arus bergerak dari titik A ke titik B, tandanya positif.

Sebaliknya, jika arus bergerak dari titik B ke titik A, tandanya negatif.


6. Gunakan Alat Pengukur Tegangan

Selain menghitung tegangan dengan rumus, Anda juga bisa menggunakan alat pengukur tegangan, seperti multimeter, untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Sekarang, Anda telah mempelajari cara menghitung tegangan listrik dengan mudah.

Selamat mencoba dan tetap berhati-hati saat berurusan dengan listrik! Jangan ragu untuk menggunakan alat pengaman seperti sarung tangan listrik dan pastikan Anda memahami betul rangkaian listrik yang sedang Anda tangani.

Semoga artikel ini bermanfaat!

Artikel Terbaru