Fungsi IC Voltage Regulator (Fixed, Adjustable, Switching)

Fungsi IC regulator

Apa itu IC voltage regulator ?

Pengertian dari IC voltage regulator ini adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai pengatur nilai tegangan fix yang dibutuhkan didalam suatu rangkaian elektronika.

Jenis IC regulator ini bervariasi. Kita ambil saja contoh IC regulator 5 volt. Misalnya kita membutuhkan tegangan fix sebesar 5 volt, tetapi tegangan yang ada nilainya 9 volt, maka kita gunakan ic regulator 5 volt untuk menurunkan tegangan 9 volt menjadi 5 volt. Fungsi ic regulator jenis 5 volt ini akan merubah dan menstabilkannya menjadi tegangan 5 volt pada kaki output IC regulator tersebut.

Jadi fungsi ic regulator ini membatasi nilai tegangan yang masuk pada ic regulator.

Masih banyak lagi fungsi ic regulator yang lainnya ada yang menurunkan menjadi 9 volt, ada juga fungsi ic regulator yang menurunkan menjadi tegangan 12 volt.   

Mengapa voltage regulator ini dikatan sebagai IC ?

Komponen ini dikatakan sebagai IC (Integrated Circuit) karena secara material komposisi komponen ini tersusun atas komponen-komponen aktif dan pasif yang saling terintegrasi satu sama lain.

IC voltage regulator ini tersusun atas komponen resistor, dioda, kapasitor, bahkan puluhan dan ratusan transistor didalamnya.

Apa Fungsi IC Regulator ini ?

Fungsi IC regulator adalah untuk menurunkan nilai tegangan secara otomatis sesuai dengan kapasitas dan kemampuan dari IC voltage regulator tersebut. Kemudian fungsi IC regulator tersebut berperan untuk memastikan dan mempertahankan nilai tegangannya agar tetap konstan dan stabil pada level tertentu.

Dimana Penerapan dari Fungsi IC Regulator ini Ditemukan ?

Kita dapat menemukan fungsi IC regulator ini pada adaptor yang berperan untuk memberikan supply tegangan DC pada perangkat elektronik. Contoh pemanfaatan fungsi IC voltage regulator, seperti pada :

  • adaptor laptop
  • charger handphone
  • adaptor televisi
  • power supply PC komputer 
  • dan lain-lain

Dengan pemasangan komponen ini pada rangkaian adaptor maka output tegangan dari voltage regulator akan lebih stabil dan mengurangi noise tegangan atau fluktuasi tegangan.

Jenis IC Voltage Regulator

1. Fixed Voltage Regulator

Fixed voltage regulator atau disebut juga Linear Voltage Regulator adalah jenis IC yang memiliki nilai pengaturan tegangan yang tetap dan tidak dapat dirubah atau disetel (adjustment) nilai output tegangannya. Output tegangan dari IC ini telah ditetapkan oleh Produsen sesuai dengan spesifikasi yang tertera pada komponennya. Berikut bentuk komponen Fixed Voltage Regulator :

Fungsi IC Voltage Regulator (Fixed, Adjustable, Switching)

IC yang paling banyak beredar dipasaran untuk jenis ini yaitu :

  • Tipe 78XX. IC ini merupakan tipe jenis IC Positive Voltage Regulator. Tanda XX pada kode tersebut menunjukan nilai output tegangan dari IC tersebut. Misalnya saja : 7805, 7809, 7812. Menunjukan tegangan outputnya 5 volt DC, 9 volt DC dan 12 volt DC.
  • Tipe 79XX. IC ini merupakan tipe jenis IC Negative Voltage Regulator. Tanda XX pada kode tersebut menunjukan nilai output tegangan dari IC tersebut. Misalnya saja : 7905, 7912.

 Berikut adalah contoh rangkaian untuk IC LM78XX

fungsi ic voltage regulator

2. Adjustable Voltage Regulator

Adjustable voltage regulator atau pengaturan tegangan yang dapat disetel adalah jenis IC dimana tegangan outputnya memiliki range tertentu sehingga kita dapat mengatur tegangan keluaran yang diinginkan. Ada dua jenis tipe untuk IC jenis ini :

  • Positive adjustable voltage regulator contohnya yaitu IC LM317 yang mememiliki rentang tegangan 1.2 volt DC hingga 37 volt DC.
  • Negative adjustable voltage regulator contohnya yaitu IC LM337, LM317.

Berikut adalah contoh rangkaian yang menggunakan IC adjustable voltage regulator :

fungsi ic voltage regulator

3. Switching Voltage Regulator

Beberapa kelebihan untuk IC jenis ini yaitu :

  • Efisiensi dalam hal pemakaian energi
  • Dapat berfungsi sebagai elemen penyimpan energi jika ditambahkan komponen induktor


Kang Nurdin
Kang Nurdin
Dari pengalaman yang sudah-sudah, belajar itu membutuhkan waktu dan konsistensi. Perjalanan panjang dalam kehidupan ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran itu. Jadi, teruslah bersabar dalam mengarunginya.

Related Posts