Cara Menghitung Nilai Resistor yang Benar dan Mudah Berdasarkan Kode Warna

 

kakangnurdin cara menghitung nilai resistor dari kode warna

Jika kita adalah seseorang yang sering berkecimpung dan bergelut didunia elektronika, baik itu didunia akademisi, dunia profesional maupun hanya sekedar hobby penyuka dunia elektronika, maka nama salah satu komponen elektronika yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga kita.

Nama komponennya yaitu resistor.

Ya, benar sekali.

Komponen resistor ini paling sering kita temukan pada rangkaian-rangkaian elektronika, misalnya saja pada rangkaian elektronika berupa printed circuit board atau disingkat dengan PCB.

 

Resistor

Resistor adalah salah satu komponen elektronika yang termasuk kedalam komponen elektronika pasif yang memiliki nilai hambatan atau nilai resistansi. Komponen resistor berfungsi untuk mengatur nilai arus listrik, pembatas arus listrik, pembagi tegangan listrik dan penurun tegangan listrik pada suatu rangkaian elektronika.

Satuan nilai untuk komponen resistor ini yaitu Ohm, dengan simbol satuannya sebagai berikut Ω.

Komponen resistor ini diklasifikasikan kedalam beberapa macam, diantaranya sebagai berikut :

  • Variable resistor
  • Fixed resistor
  • Thermistor
  • LDR

Pada kesempatan kali ini, pembahasan akan kita fokuskan pada resistor jenis Fixed resistor.

Mengapa ?

Karena kita akan mempelajari cara menghitung nilai resistansi pada sebuah komponen resistor.

 

Fixed Resistor

Dari namanya dapat kita tebak bahwa fixed artinya tetap dan resistor adalah komponen resistor. Jadi Fixed Resistor adalah jenis resistor yang memiliki nilai resistansi yang tetap atau dengan kata lain nilai resistansinya tidak dapat diubah-ubah.

Resistor jenis ini dapat diklasifikasikan lagi berdasarkan bentuknya, yaitu komponen resistor axial / radial dan komponen resistor chip.

kakangnurdin resistor axial/radial dan resistor chip

Dari gambar tersebut diatas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa terdapat perbedaan mendasar dari kedua jenis resistor tersebut yaitu : 

  • Bentuk fisik
  • Informasi terkait nilai resistansinya

Pada resistor jenis axial / radial, nilai resistansi ditunjukan dengan kode warna yang tertera pada kompenennya, sehingga kita mesti menghitung terlebih berapa nilai resistansi untuk komponen resistor tersebut.

Sedangkan pada resistor jenis chip, nilai resistansinya sudah dapat kita ketahui dari angka / nilai yang tertera pada permukaan resistor chip tersebut, sehingga lebih memudahkan kita untuk mengetahui nilainya.

Keduanya memiliki fungsi dan peran yang sama, hanya saja peruntukannya bisa berbeda sesuai dengan keperluan dan kebutuhannya.

 

Cara Menghitung Nilai Resistansi Komponen Resistor Axial / Radial

Untuk memudahkan kita dalam pemahaman pembelajaran kali ini, saya akan mencoba menggunakan simulasi kalkulator rersistor dari Resistor Calculator sebagai berikut.


Perhitungan resistor dengan 4 gelang warna

 
kakangnurdin resistor empat gelang warna

 Keterangan :
  • Gelang warna pertama menunjukan angka ke-1
  • Gelang warna kedua menunjukan angka ke-2
  • Gelang warna ketiga menunjukan jumlah nol dibelakang angka ke-2
  • Gelang warna keempat menunjukan toleransi dari nilai resistor tersebut



Perhitungan resistor dengan 5 gelang warna

 

kakangnurdin resistor lima gelang warna

 
Keterangan :

  • Gelang warna pertama menunjukan angka ke-1
  • Gelang warna kedua menunjukan angka ke-2
  • Gelang warna ketiga menunjukan angka ke-3
  • Gelang warna keempat menunjukan jumlah nol dibelakang angka ke-3
  • Gelang warna kelima menunjukan toleransi dari nilai resistor tersebut

 

Agar kita lebih mudah mengingat susunan dari kode warna sebuah resistor maka kita dapat mempersingkatnya menjadi sebagai bagai berikut :
 

kakangnurdin tabel warna resisitor

Hi - Co - Me - O - Ku - Hi - Bi - U - A - Pu - Emas - Perak


 


 

Kakang Nurdin
"Kita selesaikan apa yang sudah kita mulai"

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter