Ibu Hermawati Seorang Guru di SD Kacapiring Kota Bandung

Ibu Hermawati Seorang Guru di SD Kacapiring di Kota Bandung
Ilustrasi seorang Guru sedang mengajar. Gambar dari Pixabay

Ibu Hermawati adalah sosok wanita yang luar biasa bagi saya. Beliau memiliki sikap yang ramah, tegas, arif, bijaksana dan bersahaja. Didalam kesehariannya, beliau selalu menunjukan kesederhanaan dan apa adanya. Hal itu terlihat dari sikap dan tindak-tanduk yang diperlihatkan beliau dalam kesehariannya.

Saya ambil beberapa contoh kecil saja dari sikapnya itu. Misalnya saja dalam hal berbicara, beliau selalu berbicara ketika memang itu diperlukan dan selalu diam ketika memang tidak ada yang perlu disampaikan. Semua kata, semua kalimat yang terucap selalu sesuai dengan peruntukannya dan tidak pernah berlebihan.

Contoh lainnya yaitu dalam hal berpenampilan. Ketika berpenampilan pun beliau selalu menunjukan kesederhanaannya, apa adanya dan tidak berlebih-lebihan, apalagi berpenampilan glamour, sepertinya bukan sosok pribadi dari Ibu Hermawati banget jika berpenampilan glamour.

Dan masih ada lagi beberapa sikap positif lainnya yang ingin saya ceritakan disini. Intinya, semua sikap dan perilakunya selalu dikemas dan ditampilkan dalam kesederhanaan, apa adanya dan biasa-biasa saja.

Biasa saja ?
Ya, memang !

Ibu Hermawati memang seorang yang biasa-biasa saja. Sama seperti wanita-wanita lain pada umumnya. Sama seperti ibu-ibu lainnya.

Biasa saja.

Tetapi bagi saya, dibalik ke-biasa-biasaanya itu, beliau adalah sosok yang luar biasa. Justru karena "biasanya" itu juga, membuat saya hormat kepada beliau.

Beliau mengajarkan saya akan banyak hal, beberapa diantaranya yaitu mengenai apa itu kesederhanaan dan apa itu tanggung jawab.

Bagaimana beliau mengajarkan nilai-nilai positif tersebut tidak dengan ucapannya, melainkan ditunjukan dengan sikap dan perbuatannya. Sikap dan perilaku yang tercermin dari keseharian beliau yang keluar secara alamiah dari dalam dirinya, natural, dan tidak dibuat-buat. Mungkin itu yang dinamakan inner beauty-nya beliau.

Sikap dan perilaku yang tercermin dari keseharian beliau yang keluar secara alamiah dari dalam dirinya, natural, dan tidak dibuat-buat. Mungkin itu yang dinamakan inner beauty-nya beliau.

Hal-hal seperti itulah yang menjadikan alasan saya mengapa saya sangat hormat kepada beliau. Tidak hanya saya yang merasakan hal seperti itu, tetapi orang-orang terdekat dari sekitar Ibu Hermawati pun mungkin ikut merasakan hal yang sama.

Ilmu dan Seorang Guru

Ibu Hermawati berprofesi sebagai seorang guru. Menurut saya, guru adalah orang yang bertugas mengajarkan dan mendidik murid-muridnya agar lebih berkarakter, beretika dan berwawasan luas.

Dan itu luar biasa, keren.

Bagi saya pribadi, profesi sebagai seorang guru adalah pekerjaan mulia dan berat. Seorang guru mampu memberikan ilmunya kepada murid-muridnya dengan penuh ketulusan dan keikhlasan. Dengan ilmu yang diberikannya itu dapat menambah pemahaman baru, membuka wawasan dan membuka cakrawala.

Saya coba menganalogikan secara sederhana dan sekemampuan saya mengenai apa itu ilmu agar lebih mudah kita pahami. Baik, ilustrasinya berikut ini :

Diibaratkan, ada dua orang yang berada di dalam goa yang sangat gelap. Yang satu sedang kebingungan dan ketakutan didalam gelapnya goa untuk menemukan jalan keluar. Yang satunya sedang memegang lentera kecil bercahaya yang siap menerangi dan menunjukan arah jalan keluar. Orang yang memegangi lentera tersebut membantu orang yang sedang terjebak didalam kegelapan dan menunjukan dimana arah jalan keluarnya. Sampai akhirnya orang tersebut dapat terbebas keluar dari kegelapan.

Begitulah ilmu. Mampu memberikan penerangan dan jalan keluar dalam kegelapan bagi siapa pun.

Jadi menurut saya, guru bukanlah sekedar profesi yang biasa saja. Tetapi menjadi seorang guru adalah sebuah tugas besar, tanggung jawab besar dan membutuhkan pengabdian.

Ilmu yang ditebarkan oleh seorang guru akan bermanfaat untuk orang banyak.

Lantas, dimana Ibu Hermawati mengabdikan dirinya sebagai seorang guru pengajar ?

Ibu Hermawati mengajar di salah satu sekolah negeri yang ada di Kota Bandung. Beliau mengajar di Sekolah Dasar Negeri Kacapiring. Di sekolah ini beliau mengabdi untuk mengajar dan membagikan ilmunya kepada para murid.

Dimana Alamat SD Kacapiring ?

Setiap pagi, Ibu Hermawati berangkat dari rumahnya ke sekolah SD Kacapiring yang beralamat di jalan Sukabumi dalam No. 3, Kacapiring Kecamatan Batununggal Kota Bandung Jawa Barat.

Route Menuju SD Kacapiring

Route perjalanan yang dilalui dari rumah Ibu Hermawati menuju ke sekolah yaitu melewati Jalan Cicukang, Jalan A.H Nasution, melawati terminal Cicaheum, Jalan Jendral Ahmad Yani, Jalan Ibrahim Adji, Jalan Terusan Jakarta, Jalan Jakarta, Jalan Sukabumi menggunakan angkot panghegar.

Sikap yang Dimiliki Oleh Seorang Guru

Setiap pagi, Ibu Hermawati selalu bersemangat menyambut hari untuk memulai aktifitas mengajarnya. 

Sehabis sholat subuh, beliau selalu menyiapkan segala kebutuhan yang di perlukan untuk orang rumah seperti menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya dan membereskan rumah. Beliau lakukan kegiatan tersebut demi menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Ibu rumah tangga.

Selesai memenuhi tanggung jawabnya sebagai Ibu rumah tangga tersebut, beliau bergegas berangkat ke sekolah dan tiba di sekolah tanpa terlambat sedikit pun.

Begitu setiap hari dilakukannya. Tanpa disadari dengan kebiasaan-kebiasaanya seperti itulah berdampak positif pada karakter pribadi beliau. Kebiasaan tersebut membentuk sebuah sikap dan kepribadian yang berdisiplin dan bertanggung jawab. Sikap positif yang mesti dimiliki dan diterapkan oleh seorang guru.


Sikap Seorang Guru

Selain mampu dan cakap dalam hal penguasaan materi pelajaran, seorang guru harus mampu memiliki sikap displin dan tanggung jawab dalam dirinya.

Sikap disiplin dan bertanggung jawab tersebut dapat diterapkan oleh seorang guru didalam aktifitas mengajarnya.

1. Sikap Disiplin

Misalnya saja sikap disiplin dalam hal waktu dan sikap tanggung jawab dalam hal penguasaan materi. Dalam hal disiplin waktu, bagaimana seorang guru mampu mengoptimalkan waktu yang dimilikinya dalam mengajarkan materi dikelas, dengan mendisiplinkan waktu maka materi pelajaran yang diajarkan akan lebih maksimal dan lebih optimal tersampaikan dan diserap oleh para murid.

2. Sikap Tanggung Jawab

Kemudian, bagaimana dengan sikap tanggung jawab dalam penguasaan materi ?

Seorang guru dituntut tidak hanya bertanggung jawab untuk mampu dan cakap dalam penguasaan materi saja, tetapi juga seorang guru harus mampu bertanggung jawab mengenai bagaimana cara agar muridnya paham dan mengerti dengan materi yang disampaikannya.

3. Sikap Berwibawa

Tidak hanya itu. Ada sikap lain yang dimiliki oleh seorang Ibu Hermawati dalam menjalankan tugas kesehariannya sebagai seorang guru, yaitu wibawa.

Mengapa sikap kewibawaan penting untuk dimiliki oleh seorang guru. Dengan memiliki sikap kewibawaan, maka rasa hormat dari seorang murid akan lebih tinggi terhadap gurunya, sehingga itu akan berdampak positif pada penyerapan materi yang akan diterima oleh murid. Dengan begitu, terbentuk suatu keharmonisan antara murid dan gurunya. Tidak akan timbul sikap-sikap yang kurang pantas seperti murid yang semena-mena terhadap gurunya saat gurunya sedang menjelaskan materi didepan kelas, hal tersebut berujung pada sikap ketidaksopanan antara murid kepada gurunya.

Begitulah pelajaran yang dapat saya ambil selama kenal dengan beliau. Sikap positif yang dimiliki oleh beliau. Beliau memiliki sikap disiplin, tanggung jawab dan berwibawa dalam menjalankan tugas kesehariannya sebagai seorang guru.

Saya dedikasikan tulisan ini untuk Guruku adalah Ibuku.



Kakang Nurdin
"Kita selesaikan apa yang sudah kita mulai"

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter