[LULUS] Pengalaman Bikin SIM C Baru di Polrestabes Bandung

4 komentar

 


Lagi mau bikin SIM C?

Ingin tau kan bagaimana caranya bikin SIM C baru ?

Mudah-mudahan pengalaman saya ini dapat bermanfaat dan menambah informasi bagi yang akan melakukan pembuatan SIM C baru di Polrestabes Bandung.

Sehingga dapat mempersiapkan dokumen-dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk pembuatan SIM C baru. Dan bisa mendapatkan sedikit gambaran terkait tahapan-tahapan apa saja dalam pembuatan SIM C baru.

Baik, langsung saja.

Ceritanya sebagai berikut.

Saya mendatangi Polrestabes Kota Bandung dengan tujuan untuk mendapatkan SIM C baru pada tanggal... 

Maaf untuk tanggal saya lupa, tapi yang saya ingat seminggu sebelum lebaran Idul Fitri 1442 H / 2021.

Pagi saya sudah tiba di Polrestabes. Sebelum saya masuk, di pintu gerbang masuk ada pihak dari Polrestabes yang bertugas untuk menjaga serta menanyakan apa keperluan kita mendatangi Polrestabes. 

Saya sampaikan bahwa tujuan saya kesini untuk membuat SIM C baru. Kemudian saya di arahkan oleh petugas untuk melakukan tes kesehatan terlebih dahulu sebelum memasuki wilayah Polrestabes.

Kondisi saat ini masih dalam masa wabah pandemi Covid-19 sehingga jumlah pengunjung harus di batasi dan tidak bisa seenaknya saja pengunjung dapat keluar masuk wilayah Polrestabes.

Tes Kesehatan


Akhirnya saya pergi ke klinik kesehatan untuk melakukan tes kesehatan terlebih dahulu. Tes yang saya jalani diantaranya yaitu tensi, tes buta warna, dll. Hasilnya adalah alhamdulillah saya dinyatakan sehat dan mendapatkan surat keterangan sehat.

Dokumen awal Surat keterangan sehat dan fotocopy KTP


Surat keterangan sehat tersebut saya bawa ke Polrestabes beserta fotocopy KTP. Akhirnya saya diperbolehkan untuk memasuki wilayah Polrestabes untuk melakukan proses pembuatan SIM selanjutnya.

Loket I


Tahap berikutnya saya menghampiri Loket I. Disini saya menunggu  dan ditanyai terkait SIM apa yang akan kita buat. Pada bagian ini saya membuat SIM C untuk kendaraan sepeda motor.

Loket II


Setelah selesai di loket I kemudian saya menghampiri Loket II. Pada bagian ini, kita akan ditanyai mengenai data pribadi seperti nama, alamat dan pekerjaan,dll hal ini bertujuan sebagai informasi yang akan di cetak pada SIM C kelak.

Loket III


Selanjutnya saya diarahkan ke Loket III. Disini kita akan di poto dan di ambil sidik jarinya untuk informasi yang akan dicetak pada SIM ketika lulus nanti.

Loket IV


Setelah selesai dipoto dan diambil sidik jari kemudian masuk ke ruangan Loket IV disini kita akan melakukan ujian SIM berupa tes teori. Kita akan diarahkan untuk menempati meja komputer yang kosong dan menggunakan headphone masing-masing untuk mendengarkan instruksi soal. Seingat saya waktu tes sekitar 10-15 menit.

Tips untuk ujian teori ini yaitu konsentrasi, fokus dan dengarkan dengan baik instruksi yang kita dapatkan melalui headphone sampai instruksi tersebut selesai disampaikan, baru kita dapat menjawab dengan baik.

Alhamdulillah lulus, saya mendapatkan nilai 80. Seingat saya ada batas nilai minimal yang mesti dilampaui pada ujian ini, minimal nilai 60 atau 65 saya lupa mohon maaf, yang pasti ada nilai minimal.

Loket V


Selanjutnya masuk ke Loket V. Disini kita akan melakukan ujian tes simulasi motor. Terlihat seperti bermain game atau bermain motor-motoran memang..
Jadi kita menaiki simulasi motor sambil kita melihat layar. Pada layar menunjukan lintasan jalan yang kita lalui. Untuk ujian ini kita akan menggunakan fungsi-fungsi dari sepeda motor seperti menyalakan motor dengan kopling dan starter, pedal gas, rem tangan dan putaran arah stir motor. Kemudian kita harus berkonsentrasi melihat layar sambil memperhatikan lintasan jalan, mematuhi rambu jalan dan mengatur batas kecepatan jalan.

Hanya itu.

Hanya itu saja ??

Ya.

Ternyata..saya gagal. Pada saat mempraktekannya sulit juga (menurut saya).

Kesulitannya itu ketika bagaimana kita harus berkonsentrasi memainkan pedal gas, rem tangan dan putaran stir motor sambil melihat layar monitor dan memperhatikan rambu-rambu lalu lintasan.

Ok, baiklah..

Alhamdulillah ternyata minggu depan masih diberi kesempatan kembali untuk melakukan uji simulator motor di Loket V ini (tanpa melalui proses awal dari Loket I).

Teng.

Hari dimana saya mesti kembali ke Polrestabes pun tiba. Saya berangkat dengan penuh harapan bakalan lulus ujian simulator motor pada hari ini.

Saya tiba di Polrestabes langsung menuju Loket V tempat pengujian simulator motor.

Ternyata disana antrian lebih ramai dari yang biasanya, mungkin habis Lebaran juga kali yah jadi orang-orang pada bikin SIM, hhe..

Tiba saatnya nama saya pun di panggil.

Saya pun mulai menunggangi motor simulasi untuk pengujian...dan Bismillah..saya menikmati setiap tarikan pedal gas, memainkan rem dengan menekan kopling terlebih dahulu, melewati setiap rambu lalu lintas dengan tertib sampai akhirnya hampir tiba di garis finish. Nilai menunjukan pada layar monitor 85..semakin dekat saya semakin merasakan ketegangan dan akhirnya saya tancap gas agar cepat-cepat selesai dan..oh..ternyata saya menabrak trotoar..skor nilai pun berkurang 10 menjadi 75..

Yah tidak apa-apa Alhamdulillah masih bisa lulus karena batas minimum nilai kelulusan yaitu 60.

Ternyata benar kata Agama..Janganlah tergesa-gesa..(setidaknya dapat pelajaran)

Jadi saya lulus dengan skor 75 dengan waktu yang di habiskan 177 detik (waktu yang diberikan untuk ujian ini kalau tidak salah 300 detik).

Tips saat melakukan ujian simulator yaitu jangan tergesa-gesa, pelan-pelan saja dalam memainkan pedal gas yang penting mesin motor jangan mati dan pada saat di jalan yang lurus ambillah keputusan untuk menarik pedal gas lebih dalam agar kecepatan motor bertambah yang penting tidak melebihi batas kecepatan yang telah di tentukan.

Loket VI


Beralih saya pindah ke Loket selanjutnya yaitu Loket VI. Disini kita akan melakukan ujian praktek menggunakan motor sungguhan (ko sungguhan ? emangnya ada yang bohongan ?) hhe..

Maksudnya kita akan benar-benar mengendari sepeda motor sungguhan dengan tes pengujian sebagai berikut.

Kita diberikan kesempatan 2 x untuk mengendari sepeda motor dengan lintasan
  1. Zigzag
  2. lintasan 8
  3. lurus kemudian di ujung ada belokan kiri atau kanan tinggal pilih (apa yah nama lintasanya, hhe)
  4. lintasan U
Setalah menunggu giliran, tiba nama saya di panggil. 

Saya kenakan rompi, helm dan sepeda motor, pada saat itu sepeda motor matic yang disediakan disana.

Mulai dengan lintasan zig-zag Alhamdulillah berhasil. Lintasan 8, Alhamdulillah berhasil. Lintasan lurus kemudian di ujung ada belokan kiri atau kanan, alhamdulillah berhasil. Selanjutnya lintasan U yang membuat saya tegang. Saya gas pedal dengan perlahan dan..kaki saya terjatuh dan menabrak pembatas pinggir lintasan.

Tenang, di berikan kesempatan 2 kali.

Saat kesempatan kedua, saya mulai memainkan pedal gas secara perlahan. "Oh tidak", baru pertama di lintasan zigzag saja saya sudah gagal, kaki saya turun dari motor akibat ketidakseimbangan badan.

Hari itu saya dinyatakan gagal untuk uji praktek. Minggu depan saya di informasikan untuk datang kembali.

Teng.

Tiba di hari ujian praktek. Saya siap-siap dan bergegas ke Polrestabes kembali. Saya langsung menuju Loket VI.

Dan gagal kembali. Kali ini gagal di lintasan U. Gagal untuk kali ke dua.

Pulang dengan sedikit kekecewaan. (sedikit)

Minggu depan datang kembali. Dengan tekad dan semangat yang kuat saya nikmati hentakan pedal gas-nya secara perlahan disetiap lintasan. Tidak tergesa-gesa dan tidak terburu-buru. Berusaha menyeimbangkan badan.

Dan..

Alhamdulillah Lulus ujian praktek.

Tarik pedal gas sedikit demi sedikit disetiap tikungan, fokus dan konsentrasi, jangan tergesa-gesa dan terburu-buru (tetap tenang) , berusaha menyeimbangkan badan, yang paling utama berdoa. Tips yang saya terapkan pada saat melalui lintasan zig-zag, lintasan 8, lintasan lurus-belok, dan lintasan U.

Selanjutnya proses administrasi pembayaran. Disini kita mesti menyiapkan uang sebesar Rp 100.000 cash. Setelah selesai melakukan pembayaran, kemudian proses cetak SIM C dannnn..

Ya.

Terasa banget  perjuangannya butuh 1 bulan mondar-mandir Polrestabes Bandung, Alhamdulillah SIM C pun sudah di tangan.

Terimakasih Polrestabes Bandung atas pendidikan dan pelatihannya.

Demikian yang dapat saya ceritakan. Bagi saya ini merupakan pengalaman hidup yang tidak terlupakan. Proses mendapatkan SIM C yang penuh perjuangan bagi saya. Mudah-mudahan dengan apa yang saya share ini dapat memberikan manfaat dan menambah informasi bagi pembacanya.

Apabila ada salah-salah kata dalam penyusunan artikel ini kurang lebihnya saya mohon maaf.
Kakang Nurdin
"Kita selesaikan apa yang sudah kita mulai"

Related Posts

4 komentar

  1. makasih kakang,,,,sharingnya sangat bermanfaat..

    BalasHapus
  2. Wah.. pas nih. Kebetulan sim punya istri udh expired jd mesti bikin baru. Makasih sharingnya kang 😄

    BalasHapus

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter